Untidar Magelang Tidak Tergesa-gesa Terapkan Kebijakan Pembelajaran Jarah Jauh
- 17 Apr 2026 17:03 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Universitas Negeri Tidar Magelang
- Pembelajaran jarak jauh
- efisiensi anggaran
RRI. CO.ID, Kota Magelang- Universitas Negeri Tidar (Untidar) Magelang memilih tidak tergesa-gesa untuk menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang didorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI. "Salah satu pertimbangannya kesiapan akademik dan kompleksitas jadwal perkuliahan yang sudah berjalan,”;kata Rektor Untidar Magelang, Sugiyarto, Jumat, 17 April 2026.
Pihaknya merencanakan penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut akan mulai diterapkan setelah ujianm semestes genap atau akhir bulan April ini. Keputusan tersebut diambil pihak universitas, jadwal perkuliahan sudah berjalan dan sulit diubah dalam waktu singkat.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan penerapan kebijakan nasional di tingkat perguruan tinggi tidak bisa bersifat seragam. Penyesuaian terhadap kalender akademik menjadi faktor krusial agperubahan tidak menimbulkan perubahan fundamental.
Ia menambahkan, dalam penerapan pembelajaran jarak jauh, pihaknya menyiapkan skema fleksibel yang disesuaikan dengan karakter masing-masing program studi. Karena, kebutuhan pembelajaran di bidang teknik akan berbeda dengan ilmu sosial dan politik.
"Karakter tiap prodi berbeda.,alau memang harus banyak di kampus, ya tidak kita paksakan PJJ. PJJ tidak dimaknai sebagai pengganti total pembelajaran tatap muka,elainkan sebagai opsi yang isesuaikan dengan kebutuhan akademik,” ujarnya.
Ia mengatakan, isu mobilitas menjadi perhatian tersendiri, yakni kepadatan kendaraan di lingkungan kampus, termasuk persoalan parkir, menjadi tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Dengan skema PJJ parsial, diharapkan intensitas kehadiran fisik di kampus dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas pembelajaran
Sugiyarto menambahkan, kebijakan tersebut juga menyentuh pola kerja dosen dan tenaga kependidikan, Namun, antara dosen dengan ternaga kependidikan memiliki karakter kerja yang berbeda sehingga tidak bisa disamaratakan.
“Dosen lebih fleksibel dalam menjalankan pembelajaran daring. Sementara tendik tetap dibutuhkan untuk memastikan layanan administratif dan operasional kampus berjalan,”katanya. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....