Lagu Indonesia Raya Buka Konferensi Internasional Bidang Pangan di Belgia

  • 17 Apr 2026 12:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Lagu Indonesia Raya berkumandang pada pembukaan International Conference, 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026) pada 15–17 April 2026 in Ghent, Belgia. Lagu instrumental Indonesia Raya dibawakan Koordinator Konsorsium Erasmus Plus Indonesia, Prof. Jan FM Van Impe dengan piano yang diiringi 9 orang delegasi Indonesia yang hadir pada pembukaan seminar internasional bidang pangan.

Tepuk tanganpun terdengar dari hampir 80 peserta seminar internasional usai lagu Kebangsaan Indonesia selesai dinyanyikan. Delegasi dari USM, Prof Dr Ir Rohadi MP mengatakan, pada hari pertama seminar sebanyak 25 makalah hasil riset dipresentasikan.

Satu di antaranya sebagai keynote yang dibawakan Emmanuel Bernuau dari Departement of Food Engineering Universitas Ankara Turki. Pada hari pertama seminar, 3 peserta dari Indonesia mempresentasikan makalahnya, yakni Muhammad Yusuf SSTPi MSi PhD dari Unimus, Prof Dr Ir Rohadi MP dari USM dan Dr Ir Enny Purwati Nurlaili MP dari Untag Semarang.

Menurutnya, pembukaan seminar ini tidak sebagaimana layaknya di Indonesia yang dipenuhi sambutan dengan disertai beragam bentuk budaya, "Pada acara pembukaan seminar internasional yang bertajuk 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026), hanya diisi sambutan selamat datang dari ketua penyelenggara, Prof. Jan sekaligus yang bersangkutan membawakan dua buah lagu yakni Lagu Nasional European Anthem dan lagu Indonesia Raya secara instrumentalia piano,'' katanya.

Seminar itu, menyajikan 60 naskah oleh pemakalah dari berbagai kampus dan lembaga riset di Eropa. Antara lain dari KU Leuven Kampus Gent Belgia, Universitas Ankara Turki, Universitas Bologna Italia dan Universitas Wageningen Belanda.

Kemudian, ada University College Dublin Irlandia, University of West Attica Yunani, University of Ioannina Yunani dan Universite Paris-Saclay Perancis. Ada pula JDE Peet’s R & D Utrecth Belanda, Universidad de Zaragoza Spanyol, University of Birmingham Inggris dan tentu kampus dari Indonesia.

''Pembeda lain adalah, pada saat pembukaan seminar, prosiding seminar sudah terbit, sehingga semua peserta memperolehnya, sedangkan ketika seminar di Indonesia, prosiding seminar baru terbit beberapa bulan kemudian. Prosiding adalah buku resmi yang diterbitkan oleh sebuah penerbit ber_ISBN yang berisi kumpulan artikel dari peserta seminar,'' ungkap Prof Rohadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....