Riset Pangan Indonesia Dilirik Eropa, Kerja Sama Diperluas
- 12 Apr 2026 09:36 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Belgia – Upaya penguatan riset pangan Indonesia mulai mendapat perhatian dari Eropa, ditandai dengan dorongan perluasan kerja sama internasional di bidang ketahanan dan keberlanjutan pangan. Hal ini disampaikan Koordinator Enhancing Higher Education Capacity for Sustainable Data Driven Food System in Indonesia(FIND4S) Indonesia, Dr. Yoga Pratama, dalam agenda pertemuan dengan perwakilan pemerintah Indonesia di Belgia.
Gagasan tersebut mencakup pengembangan program lanjutan bernama Food Research for Safety, Security, and Sustainability(FORC3S) sebagai bagian dari pengembangan program FIND4S. Program FIND4S sendiri telah berjalan selama dua tahun dari rencana tiga tahun pelaksanaan.
Paparan itu disampaikan Dr. Yoga Pratama saat bertemu dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa, Andy Rachmianto. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap kolaborasi internasional di sektor pangan.
Yoga berharap FORC3S memperoleh dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menjawab persoalan pangan di masyarakat.
''Di tengah masyarakat masih banyak ditemukan persoalan-persoalan di bidang keamanan pangan dan keberlanjutannya yang tidak bisa diselesaikan oleh masyarakat kampus (universitas) tanpa melibatkan pemerintah,'' ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu, 12 April 2026.
Duta Besar RI, Andy Rachmianto, menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap program FORC3S sebagai tindak lanjut pengembangan FIND4S. Ia menilai program ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kunjungan delegasi FIND4S Indonesia ke Kantor KBRI Belgia juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan konferensi internasional 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM 2026). Konferensi tersebut akan berlangsung pada 15–17 April 2026 di Ghent, Belgia, tepatnya di KU Leuven Kampus Ghent.
Kerja sama ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Eropa dalam konsorsium Erasmus Plus. Di antaranya KU Leuven sebagai koordinator, Hochschule Anhalt (Jerman), University College Dublin (Irlandia), dan Universidade Católica Portuguesa (Portugal).
Program FIND4S bertujuan meningkatkan kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia dalam menjawab tantangan pangan berbasis data dan keberlanjutan. Pelaksanaannya juga melibatkan tujuh perguruan tinggi di Jawa Tengah yang memiliki program studi di bidang pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....