Ekoteologi Dorong Peran Anak Muda Jaga Lingkungan

  • 14 Apr 2026 18:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Isu lingkungan kini tak hanya menjadi ranah sains dan kebijakan, tetapi juga mulai dikaitkan dengan nilai-nilai keagamaan melalui pendekatan ekoteologi. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kesadaran moral masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.

Anggota Mawapala UIN Walisongo Semarang, Rizki Ariyadin Mubarok, menjelaskan, ekoteologi merupakan cara pandang yang menghubungkan ajaran agama dengan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Menurutnya, agama memiliki peran penting dalam membentuk perilaku ramah lingkungan.

“Ekoteologi itu sederhananya bagaimana kita melihat alam sebagai bagian dari amanah yang harus dijaga, bukan dieksploitasi,” ujarnya di SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat, 10 April 2026. Ia menambahkan, berbagai ajaran agama sebenarnya telah menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam, namun implementasinya dalam kehidupan sehari-hari masih perlu diperkuat, terutama di kalangan generasi muda.

Rizki mengatakan, konsep ekoteologi dan pelestarian alam bahkan bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama dan keagamaan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama(Menag) Nasaruddin Umar saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pendidikan Islam 2025 di Jakarta.

Saat itu, Menag mengungkap tiga fokus pengembangan pendidikan agama dan keagamaan di masa depan, yakni isu lingkungan, toleransi, dan nasionalisme. Menag juga menekankan relevansi pendidikan dalam menjawab tantangan zaman, terutama krisis lingkungan.

Ia menyebutkan pentingnya pendekatan ekoteologi untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelestarian alam. Ekoteologi bisa dipahami sebagai konsep yang membahas tentang inter-relasi antara pandangan teologis-filosofis yang terkandung dalam ajaran agama dengan alam, khususnya lingkungan.

Menurutnya, peran komunitas seperti Mawapala sangat strategis dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan. “Kami mencoba mengajak teman-teman untuk lebih peduli, mulai dari hal kecil seperti menjaga alam sekitar,” katanya.

Rizki berharap, ke depan semakin banyak anak muda yang terlibat aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. “Kalau kesadaran ini tumbuh, kita bisa jaga bumi bersama,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....