Unwahas Loloskan Varietas Jagung Hibrida, Potensi Hasil Tembus 13 Ton per Tahun
- 28 Agt 2026 11:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menorehkan prestasi di bidang pemuliaan tanaman. Dua calon varietas jagung hibrida hasil penelitian Tim Pemulia Jagung Fakultas Pertanian Unwahas, yakni UWH 2 dan UWH 4, dinyatakan lulus dalam Sidang Evaluasi dan Penilaian Calon Varietas Tanaman yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Sidang tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Bogor, 19–22 Agustus 2026. Kelulusan ini menjadi tahapan penting bagi UWH 2 dan UWH 4 sebelum direkomendasikan untuk selanjutnya dilepas sebagai varietas jagung hibrida unggul baru. Tim Pemulia Jagung Fakultas Pertanian Unwahas dipimpin Dr. Heri Kustanto, S.P., M.P., bersama anggota Dr. Hilmi Arija Fachriyan, M.Si., Renan Subantoro, S.P., M.Sc., dan Lutfi Aris Sasongko, S.TP., M.Si.
Berdasarkan hasil pengujian, UWH 2 memiliki potensi hasil hingga 13 ton per hektare. Jagung ini memiliki tongkol berukuran besar dan berbentuk silindris, dengan biji yang dapat terisi penuh hingga ujung janggel atau dikenal dengan istilah muput.
UWH 2 juga memiliki warna biji yang menarik. Selain itu, UWH 2 juga memiliki kandungan protein yang relatif tinggi, mencapai 14,68 persen.
Sementara itu, UWH 4 memiliki potensi hasil yang sedikit lebih tinggi, yakni mencapai 13,1 ton per hektare. Varietas ini memiliki tongkol besar, warna biji menarik, serta tanaman yang kokoh.
Keunggulan lain UWH 4 adalah ketahanannya terhadap penyakit bulai yang disebabkan oleh Peronosclerospora maydis (P. maydis), salah satu penyakit yang dapat mengganggu produktivitas tanaman jagung.
Ketua Tim Pemulia Jagung Fakultas Pertanian Unwahas, Dr. Heri Kustanto, mengatakan keberhasilan meloloskan dua calon varietas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai capaian akademik. Menurutnya, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan produksi jagung nasional, sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada jagung.
“Kemandirian produksi jagung seyogianya diikuti dengan kemandirian sarana produksi pertanian, termasuk benih jagung. Dengan demikian, peningkatan produksi tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga dapat mendorong iklim usaha dan membuka peluang kerja, khususnya di sektor perbenihan nasional,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat, 28 Agustus 2026.
Heri menilai, pengembangan benih unggul dalam negeri menjadi bagian penting dalam membangun sektor pertanian yang lebih mandiri. Perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Keberhasilan UWH 2 dan UWH 4 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa serta generasi muda untuk terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi di bidang pertanian. Tim pemulia juga berharap semakin banyak hasil riset dari perguruan tinggi dan anak bangsa yang mampu menghasilkan produk unggulan serta bersaing dengan produk dari luar negeri di pasar domestik.
“Semoga penemuan varietas ini dapat menginspirasi mahasiswa dan anak bangsa. Terus tekun berkarya, berkreasi, dan menghasilkan penemuan-penemuan baru,” kata tim pemulia.
Penelitian dan proses pendaftaran kedua calon varietas tersebut turut mendapat dukungan melalui Program Dana Padanan (Matching Fund) Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bersama mitra PT Marm Maju Sejahtera.
Tim pemulia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penelitian hingga proses evaluasi dan penilaian calon varietas. Dukungan juga diberikan oleh Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Rektor Unwahas Prof. Dr. Ir. H. Helmy Purwanto, S.T., M.T., IPM., Wakil Rektor III Dr. Ratih Pratiwi, S.Pd., M.Si., M.M., Ketua LPPM Dr. Agus Riyanto, S.IP., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Rossi Prabowo, S.Si., M.Si., serta seluruh sivitas akademika Unwahas.
Dengan lolosnya UWH 2 dan UWH 4 dalam sidang evaluasi calon varietas, Unwahas semakin menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan varietas unggul nasional. Inovasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pangan dan benih nasional, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....