Tingkatkan Literasi-Numerasi Siswa, Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan
- 09 Apr 2026 21:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan numerasi siswa melalui kolaborasi multipihak. Langkah ini diambil sebagai respons atas masih rendahnya capaian keterampilan dasar siswa, khususnya dalam membaca dan matematika.
Dalam satu dekade terakhir, akses pendidikan di Indonesia semakin luas. Namun, tantangan dalam memastikan seluruh siswa menguasai keterampilan dasar masih besar. Padahal, literasi dan numerasi merupakan fondasi penting dalam memahami berbagai mata pelajaran.
Hasil asesmen global tahun 2022 menunjukkan kemampuan membaca dan matematika sebagian besar siswa Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara maju. Hanya sekitar 25 persen siswa yang memiliki kemampuan membaca di atas rata-rata, dan 18 persen untuk matematika.
Kondisi ini mencerminkan urgensi perlunya intervensi sejak dini, terutama pada jenjang sekolah dasar. Tanpa keterampilan dasar tersebut, siswa akan kesulitan memahami materi yang lebih kompleks.
Menanggapi hal itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencanangkan kolaborasi nasional bersama Tanoto Foundation, Gates Foundation, dan UNICEF, serta enam pemerintah daerah di empat provinsi. Wilayah mitra program meliputi Kota Medan dan Kota Pematangsiantar (Sumatera Utara), Kabupaten Batang Hari (Jambi), Kabupaten Tegal (Jawa Tengah), serta Kabupaten Ende dan Kabupaten Sikka (Nusa Tenggara Timur).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kemampuan dasar siswa masih menjadi tantangan. “Karena itu, kerja sama ini sangat penting, dengan fokus pada siswa sekolah dasar, khususnya di kelas awal,” ujarnya.
Kemitraan ini dirancang untuk menciptakan inovasi yang berdampak dan terukur melalui pelatihan serta pendampingan di 500 sekolah dasar negeri, melibatkan 1.500 guru kelas awal dan kepala sekolah, serta menjangkau sedikitnya 45.000 siswa hingga tahun 2029. Pemerintah berharap program ini dapat diperluas secara bertahap agar manfaatnya dirasakan lebih luas di seluruh Indonesia.
“Kami berharap dalam tiga tahun ke depan sudah terlihat hasil yang signifikan, terutama pada siswa kelas 1, 2, dan 3. Dengan upaya bersama, semoga tidak akan ada lagi cerita siswa di jenjang tinggi yang belum mampu membaca atau berhitung,” katanya.
Head of Learning Environment Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menekankan pentingnya peran guru dalam proses pembelajaran. “Dengan pemanfaatan data asesmen siswa, guru dapat memetakan kebutuhan siswa secara tepat dan menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” ucap Ari.
Sementara, Direktur Global Education Gates Foundation, Benjamin Piper, menyampaikan, fondasi membaca dan matematika sangat penting bagi perkembangan anak. “Hasil dari India menunjukkan apa yang mungkin dicapai: peningkatan praktik pembelajaran di kelas secara luas, penguatan materi ajar, serta pemanfaatan data asesmen siswa yang jelas telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan matematika,” katanya.
“Sebagai bagian dari misi NIPUN Bharat, upaya ini menggabungkan dukungan teknis dengan kemauan politik yang kuat serta komitmen pemerintah. Kemitraan ini akan memperluas pendekatan tersebut untuk membuka potensi generasi pembelajar berikutnya di Indonesia,” ucap Benjamin.
UNICEF Indonesia Representative, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pemenuhan hak anak atas pendidikan berkualitas. “Kolaborasi multipihak ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat keterampilan dasar anak, seperti literasi dan numerasi,” ujarnya.
“UNICEF dengan bangga menghadirkan keahlian global, pendekatan inovatif, serta kehadiran dan pemahaman kuat terhadap konteks lokal di Indonesia. Bersama, kita dapat mempersiapkan anak-anak agar lebih siap berkontribusi bagi masa depan Indonesia,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....