Cara Ibu LDR Atur Digital Anak agar Tetap Aman

  • 30 Mar 2026 11:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peran orang tua dalam mengawasi anak di era digital tetap penting meski terpisah jarak. Teknologi justru bisa dimanfaatkan untuk mengontrol aktivitas anak secara jarak jauh.

Fenomena ini dialami seorang ibu sekaligus dosen yang sedang menempuh studi S3 di Taiwan, Evina Widianawati. Ia menjalani hubungan jarak jauh dengan anak namun tetap aktif memantau aktivitas digital mereka.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 26 Maret 2026. Diskusi tersebut mengangkat peran orang tua dalam mengontrol dunia digital anak.

Evina menjelaskan, pembatasan akses digital tetap diterapkan kepada anak-anaknya. Ia tidak memperbolehkan penggunaan TikTok dan hanya mengizinkan aplikasi pembelajaran tertentu.

“Saya tidak memperbolehkan TikTok, yang diperbolehkan hanya aplikasi belajar seperti Duolingo dan Youtube,” ujarnya. Ia menilai konten digital perlu disaring sejak dini.

Menurutnya, anak-anak saat ini memiliki akses informasi yang sangat luas dan cepat. Hal ini membuat mereka rentan meniru konten yang belum tentu sesuai usia.

Evina memanfaatkan teknologi seperti Google Family untuk memantau aktivitas anak dari jarak jauh. Melalui sistem tersebut, ia dapat melihat aplikasi yang digunakan dan perkembangan belajar anak.

Ia juga menerapkan pembatasan durasi penggunaan gadget maksimal lima jam per hari. Sistem pada perangkat akan otomatis membatasi akses jika waktu penggunaan telah habis.

“Jadi kita menggunakan teknologi untuk membatasi teknologi,” katanya. Ia menilai pendekatan ini efektif untuk menjaga keseimbangan penggunaan digital.

Evina menekankan pentingnya komunikasi dalam membatasi akses digital pada anak. Ia selalu memberikan alasan logis agar anak dapat memahami aturan yang diberikan.

Menurutnya, anak-anak zaman sekarang lebih kritis sehingga membutuhkan penjelasan yang jelas. Pendekatan ini membuat anak lebih menerima aturan tanpa paksaan.

Selain itu, ia melihat sisi positif penggunaan teknologi jika dimanfaatkan dengan tepat. Anak dapat menjadi lebih kreatif dan belajar bahasa melalui aplikasi digital.

Ia menyebut game tertentu juga dapat meningkatkan kreativitas anak dalam membuat karakter. Hal ini menunjukkan dunia digital tidak selalu berdampak negatif.

Evina juga berharap adanya platform khusus anak yang lebih aman dari konten negatif. Ia menilai pemisahan konten anak dan dewasa penting untuk melindungi perkembangan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....