Tips Orang Tua Jaga Anak di Era Digital

  • 29 Mar 2026 06:23 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Peran orang tua dalam mengatur akses digital anak menjadi semakin penting di era teknologi. Pengawasan dinilai kunci agar anak tetap aman saat menggunakan gadget.

Penggunaan smartphone pada anak tidak selalu berdampak negatif jika disertai pendampingan. Orang tua perlu memahami cara mengontrol konten serta durasi penggunaan perangkat digital.

Shahnaz Nabilla, ibu rumah tangga sekaligus pengurus PonPes Putri Al Hidayat Lasem, menilai gadget tetap bermanfaat. Ia menyebut teknologi dapat membantu perkembangan bahasa dan imajinasi anak.

“Gadget itu membantu asal kita bisa kontrol dalam penggunaannya,” ujarnya. Menurutnya, penggunaan tepat justru dapat meningkatkan kosakata anak sejak usia dini.

Namun ia mengingatkan risiko terbesar berasal dari konten yang tidak sesuai usia anak. Iklan dan algoritma digital sering menampilkan tayangan yang memicu rasa penasaran berlebihan.

Shahnaz menilai peraturan pembatasan akses digital dari pemerintah sangat diperlukan. Tidak semua orang tua memahami cara membatasi konten yang diakses anak.

Pembahasan ini berlangsung dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Kamis, 19 Maret 2026 sore. Diskusi tersebut menyoroti peran orang tua dalam menyikapi kebijakan pembatasan akses digital.

Ia menegaskan peran orang tua tetap lebih besar dibanding aturan pemerintah. Orang tua harus memberikan pemahaman sekaligus mendampingi anak saat menggunakan gadget.

“Orang tua harus tetap mendampingi agar komunikasi anak tidak hanya satu arah dengan gadget,” katanya. Ia menilai interaksi langsung tetap penting bagi perkembangan sosial anak.

Shahnaz juga menerapkan aturan penggunaan gadget maksimal 30 menit per hari. Anak diperbolehkan menggunakan gadget setelah menyelesaikan tanggung jawab harian.

Selain itu, ia membatasi aplikasi yang digunakan anak dengan memilih platform khusus seperti YouTube Kids. Langkah ini dilakukan untuk menyaring konten yang aman bagi anak.

Ia juga melarang anak memiliki akun media sosial karena belum sesuai usia. Menurutnya, anak belum mampu menyaring informasi dan risiko di dunia digital.

“Orang tua jangan malas belajar teknologi dan tetap terlibat dalam penggunaan gadget anak,” ujarnya. Ia mengingatkan pengawasan tidak boleh dilepas sepenuhnya.

Shahnaz berharap orang tua dapat bersikap bijak dalam memanfaatkan teknologi. Ia menekankan gadget bukan musuh, tetapi perlu dikontrol agar tidak berdampak buruk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....