Inovasi Baterai Ramah Lingkungan dari Tumbuhan Lokal Daun Balakacida

  • 25 Mar 2026 06:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Daun balakacida kini tidak hanya dikenal sebagai tanaman liar yang dimanfaatkan secara tradisional. Tumbuhan lokal ini mulai menarik perhatian sebagai bahan inovasi teknologi energi ramah lingkungan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa daun balakacida memiliki potensi sebagai material dalam pengembangan baterai. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya mencari sumber energi alternatif yang lebih berkelanjutan.

Peneliti dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh mengembangkan material baterai berbasis Tumbuhan Lokal Daun Balakacida. Tanaman ini dikenal masyarakat Aceh dengan sebutan lokal “Oen Sikhoh-khoh”.

Dalam penelitian tersebut, ekstrak daun digunakan melalui metode green synthesis yang ramah lingkungan. Pendekatan ini memanfaatkan bahan alami untuk membentuk material komposit baterai tanpa bahan kimia berbahaya.

Material hasil penelitian digunakan sebagai komponen anoda dalam baterai lithium-ion. Hasil uji menunjukkan adanya peningkatan kapasitas penyimpanan energi dibandingkan material konvensional.

Menurut laman resmi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun balakacida mampu meningkatkan kinerja baterai lithium-ion melalui pendekatan ramah lingkungan. Inovasi tersebut membuka peluang pemanfaatan sumber daya hayati lokal dalam industri energi masa depan.

Selain meningkatkan performa baterai, penggunaan daun balakacida juga mendukung konsep energi berkelanjutan. Pemanfaatan tumbuhan lokal dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada bahan tambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....