Kamus Ingin Jadi Ruang Bersinergi Bagi Alumni MIH FH Unnes

  • 23 Mar 2026 11:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Kepengurusan Pimpinan Pusat Keluarga Alumni Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (KAMUS) masa bakti Ke-I, periode 2026–2030, telah terbentuk. Organisasi ini diharapkan jadi ruang sinergi yang mampu memperkuat kompetensi dan integritas para alumni MIH FH Unnes.

"Kamus harus menjadi wadah sinergitas para alumni MIH Unnes untuk meningkatkan kompetensi dan menguatkan integritasnya. Sekaligus juga mendorong peran aktif dalam penegakan hukum dan pengabdian kepada masyarakat," kata Ketua Umum Pimpus Kamus, Muhtar Hadi Wibowo kepada rri.co.id, Senin, 23 Maret 2026.

Menurut dia, organisasi alumni tidak hanya sebatas seremoni dan temu kangen semata. Kamus harus bisa jadi momentum awal penguatan jejaring dan kontribusi nyata alumni di bidang hukum.

Muhtar menegaskan, organisasi alumni MIH FH Unnes ini terdiri atas beragam latar belakang. Mereka ada yang berprofesi sebagai aparat penegak hukum, advokat, polisi, dokter, dosen, notaris, hingga profesional lintas sektor.

Hal itu dinilai bisa jadi modal sosial bagi Kamus yang telah didirikan di Gedung Serba Guna, Lantai 3, Dekanat FH Unnes, Sabtu 14 Februari 2026. "Kedepan, Kamus akan bisa menjadi pusat kolaborasi hukum yang tidak hanya berdampak internal, melainkan juga menyentuh masyarakat luas," ujarnya.

Sementara itu, jajaran FH Unnes juga mendukung terbentuknya Kamus. Dekan FH Unnes, Prof Dr Ali Mahsyar Mursyid berharap, Kamus dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan akademik, riset kolaboratif, hingga penguatan jejaring profesional di tingkat nasional.

"Sinergi sangat penting misal untuk membuka ruang kuliah praktisi, pendampingan mahasiswa, serta peluang magang dan kerja," katanya melalui Wakil Dekan I FH Unnes, Dr. Indah Sri Utari, SGH, MH. Di sisi lain, Wakil Ketua Umum DPP IKA Unnes, Anang Budi Utomo mengemukakan, pembentukan Kamus sebagai langkah strategis mempertegas eksistensi alumni di tengah dinamika hukum nasional yang terus berkembang.

Namun, ada tantangan terbesar yang harus dihadapi Kamus. Yakni konsistensi program dan keberanian mengeksekusi gagasan menjadi aksi nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....