Universitas Wahid Hasyim Ajukan 2 Tokoh dalam LPTNU Award

  • 07 Mar 2026 14:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mengikuti Seminar dan Anugerah Pendidikan Tinggi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) 2026. Kegiatan itu menjadi langkah strategis dalam mengukur kualitas mutu pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat di tingkat nasional.

Seminar yang diselenggarakan LPTNU Pusat akan berlangsung di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) pada Selasa, 10 Maret 2026. Dalam ajang ini, Unwahas masuk dalam berbagai kategori penghargaan yang kompetitif.

Rektor Unwahas Prof. Dr Helmy Purwanto mengatakan keikutsertaan dalam ajang LPTNU Awards ini merupakan wujud nyata dari semangat Aswaja yang dipadukan dengan inovasi modern. “Kami terus mendorong seluruh civitas akademika untuk tidak hanya unggul di dalam kampus, tapi juga diakui diluar kampus baik nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Ia menyebut, Unwahas akan mengusulkan Prof. Dr. Kh. Mudzakkir Ali, MA beserta Prof. Dr. Kh. Noor Achmad, MA sebagai Kategori Tokoh Pengabdian Sepanjang Hayat perwakilan dari Unwahas Semarang. “Kami mengikuti berbagai katagori, mohon doanya agar Unwahas dapat membawa pulang juara dalam kategori tersebut,” ucapnya.

Sekretaris LPTNU, Dr. H. M. Faishal Aminuddin mengatakan Anugerah LPTNU ini terdiri ada enam kategori. “Anugerah ini menjadi pengakuan bersama atas segala daya, upaya, ketekunan dan capaian sivitas akademika yang senantiasa berkhidmat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kontribusi terhadap masyarakat dan kemandirian jam’iyyah” tuturnya.

Sementara Ketua panitia seminar, Dr Abu Amar Bustomi menyampaikan acara seminar dibuka dengan pemaparan Prof.Dr. M Nuh sebagai Keynote Speaker. “Prof M Nuh akan menyampaikan topik mendefinisikan tantangan Perguruan Tinggi dalam 10 tahun kedepan dan peran PTNU didalamnya,” ungkapnya.

Seminar ini berangkat dari dinamika global dunia pendidikan menuntut sebuah reorientasi fundamental terhadap peran institusi akademik dalam ekosistem kehidupan berbangsa. Seiring dengan percepatan disrupsi teknologi yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif, transformasi sosial yang dinamis, serta kompleksitas geopolitik. (royce)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....