Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah USM, Akselerasi Kualitas Akademik

  • 28 Feb 2026 15:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM) sebagai akselerasi kualitas akademik dan publikasi ilmiah di tingkat internasional, Sabtu, 28 Februari 2026. Selain pelatihan, Pascasarjan USM juga menjalin kerjasama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Meira Visi Persada.

Direktur Pascasarjana USM, Dr. Muhammad Junaidi, M.H mengatakan kerja sama sebagai langkah memacu akselerasi kualitas akademik dan publikasi ilmiah di tingkat internasional. Selain itu juga sebagai rangkaian dari persiapan 6th International Conference on Law, Social Science, Economics, and Education (ICLSE 2026).

''Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat jaringan akademik. Selain itu untuk mendorong kolaborasi kelembagaan dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat,'' tuturnya.

Ia mengatakan, kolaborasi merupakan jawaban atas tantangan rendahnya budaya menulis di Indonesia yang masih didominasi oleh budaya lisan. Diharapkan kemitraan dapat berdampak langsung pada performa jurnal-jurnal di lingkungan USM.

''Kami mengharapkan kegiatan dan kerja sama ini mampu meningkatkan kualitas serta peringkat akreditasi jurnal-jurnal di lingkungan Pascasarjana USM. Penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menulis artikel standar internasional adalah kunci agar riset kita tidak hanya berhenti di laci, tapi diakui secara global,'' katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penulisan ilmiah yang menghadirkan Dr. Fibry Jati Nugroho sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Dr. Fibry membedah struktur artikel ilmiah yang ideal, mulai dari abstrak hingga kesimpulan serta cara membangun argumen yang kuat dan jujur.

Menurutnya, fokus utama pelatihan tersebut memberikan strategi agar peneliti dapat menemukan kebaruan (novelty) dan urgensi dalam topik riset. Peserta diajak untuk mengeksplorasi tantangan global, seperti kendaraan listrik dan keberlanjutan ekonomi, dengan menggunakan sudut pandang kearifan lokal (local wisdom).

''Dr. Fibry juga memberikan tips bagi para peneliti untuk mengatasi kendala penulisan dalam bahasa Inggris serta pentingnya mengikuti pedoman jurnal yang dituju,'' ujarnya.

Ia menambahkan, pelatihan juga menjadi jembatan bagi para akademisi USM untuk berpartisipasi dalam ICLSE 2026 yang akan digelar pada 25 April mendatang. Panitia ICLSE akan memberikan insentif berupa voucher diskon pendaftaran bagi peserta yang berkomitmen mengirimkan karya mereka.

Sebagai tindak lanjut, katanya, para peserta didorong untuk segera mengirimkan abstrak penelitian paling lambat pada 14 Maret dan makalah lengkap pada 15 April.

Selain itu, sesi pendalaman kedua direncanakan akan kembali digelar secara daring pada 15 Oktober pukul 16.00 WIB, untuk memastikan naskah para peserta siap menembus prosiding dan jurnal bereputasi.

''Melalui inisiatif ini, Pascasarjana USM membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem riset yang sehat, kompetitif, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia,'' ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....