Gali Potensi Lokal, Universitas Semarang Petakan Industri Kreatif di Laweyan Solo

  • 24 Jul 2026 14:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat(PkM) Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Semarang (USM) memberikan Pelatihan Pemetaan Potensi Industri Kreatif Berbasis Participatory Mapping di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Dalam kegiatan ini, tim PkM USM melibatkan perangkat kelurahan serta pelaku usaha industri kreatif sebagai peserta utama.

Ketua Tim Pengabdian, Imam Rofi’i M.T mengatakan, kegiatan ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai potensi industri kreatif di wilayahnya sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam proses pemetaan berbasis komunitas. Pendekatan participatory mapping menjadi metode yang efektif dalam menggali potensi lokal secara lebih komprehensif.

''Masyarakat adalah pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya. Dengan melibatkan mereka secara langsung, data yang dihasilkan akan lebih akurat dan kontekstual,'' ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026

Ia mengatakan, kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, dimulai dari sosialisasi mengenai konsep industri kreatif, pelatihan teknik pemetaan partisipatif, hingga praktik langsung di lapangan. Peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai jenis usaha kreatif yang berkembang di wilayah Laweyan, seperti kerajinan, kuliner, dan jasa kreatif lain.

''Selain itu, kami juga melakukan pendampingan dalam proses pengolahan data hasil pemetaan. Data tersebut kemudian disusun menjadi database potensi industri kreatif serta direncanakan untuk dikembangkan menjadi buku profil wilayah yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi lokal,'' katanya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat Kecamatan Laweyan khususnya Kelurahan Laweyan dan Kelurahan Sondakan dapat memiliki data yang lebih terstruktur terkait potensi industri kreatif. Dengan demikian, hal ini akan mampu mendorong pengembangan ekonomi lokal yang lebih terarah dan berkelanjutan.

''Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. Serta, penguatan sektor industri kreatif di tingkat lokal,'' ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....