Digital Detox, Cara Sederhana Jaga Kesehatan Mental

  • 24 Feb 2026 11:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Fenomena digital detox semakin diminati kalangan mahasiswa di tengah tingginya intensitas penggunaan media sosial harian. Kesadaran ini muncul akibat dampak kelelahan mental dan distraksi berlebihan akibat paparan layar berkepanjangan.

Sejumlah mahasiswa mulai membatasi durasi penggunaan gawai demi menjaga keseimbangan hidup sehari-hari mereka. Langkah tersebut dilakukan agar interaksi sosial nyata kembali menjadi prioritas utama kehidupan mereka.

Mahasiswa Unnes (Universitas Negeri Semarang) bernama Syifa Maulidina mengaku menerapkan pembatasan waktu penggunaan media sosial setiap hari. “Saya membatasi durasi dan berhenti mengakses media sosial pukul sembilan malam,” ujarnya di SPADA PRO2 FM RRI Semarang, Jumat 20 Februari 2026.

Menurut Syifa, kebiasaan tersebut membantu kualitas tidur menjadi lebih teratur dan nyenyak. Ia merasakan pikirannya lebih tenang tanpa paparan informasi berlebih menjelang waktu istirahat malam.

Sementara itu, Fildzah Nur Shabrina yang juga mahasiswa Unnes menyoroti kebiasaan bermain gawai saat makan sehari-hari. “Saya sih sering makan sambil scroll media sosial, sekarang berusaha berhenti menikmati makanan,” katanya.

Ia menyadari kebiasaan tersebut membuatnya kurang fokus terhadap rasa dan momen kebersamaan. Dengan mengurangi distraksi layar, Fildzah merasa lebih menghargai waktu makan bersama teman.

Syifa menambahkan digital detox bukan berarti sepenuhnya meninggalkan teknologi dalam kehidupan modern. “Yang penting adalah mengatur batasan agar hidup tetap seimbang dan terkendali,” tuturnya.

Praktik digital detox dinilai menjadi langkah sederhana menjaga kesehatan mental mahasiswa. Upaya tersebut diharapkan mendorong generasi muda menjalani hidup lebih sadar dan autentik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....