Gandeng BMKG, Unnes Edukasi Nelayan Lewat Aplikasi Inawis
- 20 Jul 2025 06:34 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) memberikan edukasi kepada nelayan lewat perangkat lunak Indonesian Weather Information For Shipping. Kegiatan tersebut digelar hasil kerja dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas.
Tim pengabdian yang diketuai Prof Dr Supriyadi memberikan edukasi di Sekretariat Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Manunggal Bahari, Tambaklorok RT2/RW16 Semarang, Sabtu (19/7/2025). Adapun, tema kegiatannya ialah "Upaya Peningkatan Hasil Tangkapan Nelayan Tambaklorok Semarang Utara Melalui Penerapan Simulasi Inawis".

Supriyadi menjelaskan, jika biasanya kegiatan dilakukan pada sekolah-sekolah, kali ini tim pengabdian mencoba menyasar lokasi baru yaitu di kampung Tambaklorok. "Tujuan pengabdian, kami ingin memperkenalkan perangkat lunak Inawis yang dikembangkan oleh BMKG," kata guru besar di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unnes di sela-sela kegiatan.
Secara harfiah, kata dia, aplikasi Inawis ini memberikan informasi cuaca terkait pelayaran, tapi juga bisa dimanfaatkan membantu nelayan saat aktivitas menangkap ikan. Sosialisasi ini salah satu bentuk kerja sama dengan BMKG, selain itu juga untuk penelitian mahasiswa saat praktik kerja lapangan.
Koordinator Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Ganis Erutjahjo SKom hadir memaparkan Mengakses Informasi Cuaca Maritim Info BMKG, dan Inawis. Berberapa aplikasi berbasis website dapat diakses melalui Inawis ke maritim.bmgk.go.id/inawis, Info BMKG, dan Peta Maritim ke maritim.bmkg.go.id/ofs-static.
"Seperti halnya Inawis, ini salah satu upaya BMKG untuk mendekatkan nelayan terhadap kondisi cuaca. BMKG juga sudah kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait daerah potensi ikan atau tangkapan ikan," ujarnya.

Pihaknya berharap, Inawis akan bisa membantu nelayan untuk menjaga keselamatan mereka saat berlayar dengan mengetahui kondisi cuacanya dan meningkatkan hasil tangkapan ikannya. "Dengan adanya daerah tangkapan ikan, nelayan kami harapkan tidak lagi mencari ikan, tapi sudah menangkap ikan sehingga otomatis akan efisien dalam hal bahan bakar dan persediaan lainnya," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pokmaswas Manunggal Bahari, Suratno mengatakan, aplikasi Inawis ini sangat penting karena bisa dimanfaatkan untuk memantau pergerakan ombak. "Informasi yang tersedia bisa dimanfaatkan, karena ini semua demi keselamatan nelayan," tandasnya.
Menurut dia, kehadiran Unnes patut diapresiasi karena sebagai perguruan tinggi yang pernah memberikan kontribusi bagi nelayan di Tambaklorok. "Setelah Unnes masuk lewat kegiatan pengabdian, banyak perguruan tinggi lain menyusul hingga kemudian Gubernur Jateng dan Presiden ikut datang membangun kampung nelayan ini," ujarnya.
Selain Supriyadi selaku ketua, anggota tim pengabdian Unnes ialah Dr Wahyu Setyaningsih MT (Fisip), dan Dr Kusmuriyanto (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Kemudian, Kushardiyanti Novinda (Fakultas Bahasa dan Sastra), Dr Djunaidi MT (Fakultas Teknik), serta didukung empat mahasiswa FMIPA Unnes.
Sosialisasi ini dihadiri nelayan dan anggota Pokmaswas Manunggal Bahari. Peserta lainnya dari Taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang merupakan perguruan tinggi kedinasan dibawah naungan BMKG. (Royce)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....