Pemkab Kendal Salurkan Beras Bantuan Cadangan Pangan untuk 115 Ribu Penerima

  • 26 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Pemerintah Kabupaten Kendal menyalurkan bantuan cadangan pangan nasional berupa beras kepada 115 ribu penerima manfaat. Bantuan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut disalurkan sekaligus pada Agustus ini di masing-masing desa dan kelurahan.

Bantuan kali ini berupa beras tanpa minyak goreng. Setiap penerima manfaat mendapatkan total 30 kilogram beras untuk kebutuhan tiga bulan.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah kenaikan harga beras. Penyaluran bantuan juga diharapkan dapat ikut menekan laju kenaikan harga beras di pasaran.

"Tentunya ini termasuk untuk menekan laju harga beras. Saat ini sedang mahal," ujar Dyah saat menyerahkan bantuan di Desa Penjalin, Kecamatan Brangsong, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurutnya, bantuan pangan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, harga beras saat ini mengalami kenaikan di pasaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, jumlah penerima bantuan pada periode tiga bulan ini mencapai 115 ribu orang. Jumlah tersebut turun sekitar 7.000 penerima dibandingkan tahun sebelumnya.

"Ada penurunan sekitar tujuh ribu. Sekarang kan ada update per tiga bulan sekali, sehingga yang sudah mampu ya tidak diberi lagi," katanya.

Pandu menjelaskan, data penerima manfaat diperbarui setiap tiga bulan. Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang dinilai sudah mampu tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan.

Sementara itu, Kepala Desa Penjalin, Suwondo mengatakan, terdapat perubahan data penerima bantuan di desanya. Pemerintah desa hanya menyampaikan data warga, sedangkan penetapan penerima dilakukan oleh pemerintah pusat.

"Saya lihat data penerima. Ada beberapa warga yang sekitar dua tahun tidak dapat, sekarang menerima kembali," katanya.

Kondisi kenaikan harga beras juga dirasakan warga. Warga Desa Penjalin. Maksum, mengatakan harga beras di pasar saat ini mencapai sekitar Rp16 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp15 ribu. "Harga lima belas ribu ini termasuk mahal," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga beras tersebut telah dirasakan masyarakat sejak sekitar tiga bulan terakhir. Penyaluran bantuan cadangan pangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus meringankan pengeluaran penerima manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....