Sukses Bangun Zona Integritas, Kendal Jadi Rujukan Kementerian Ketenagakerjaan

  • 21 Mei 2026 17:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal — Kabupaten Kendal menjadi rujukan Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sejumlah capaian dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kendal dinilai berhasil membangun tata kelola pemerintahan yang berdampak pada peningkatan investasi hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Bina Penta) Kementerian Ketenagakerjaan RI, Iwan Darmawan saat kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Kendal, Rabu, 20 Mei 2026. Kunjungan dilakukan dalam rangka studi tiru knowledge sharing pembangunan zona integritas.

Rombongan pejabat Direktorat Jenderal Bina Penta Kementerian Ketenagakerjaan diterima langsung Bupati Kendal dan Sekretaris Daerah Kendal. Hadir pula sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di Ruang Ngesti Widi Setda Kendal.

Iwan Darmawan mengatakan, Kabupaten Kendal dipilih karena memiliki rekam jejak yang baik dalam pembangunan zona integritas. “Kendal salah satu kabupaten yang memiliki jejak untuk pembangunan zona integritas yang mempunyai banyak prestasi,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan di Kabupaten Kendal semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). “Adanya Kawasan Ekonomi Khusus itu harus dimanfaatkan dengan baik untuk kemajuan Kendal,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan pihak Ditjen Bina Penta memilih Kendal sebagai salah satu lokus studi tiru karena sejumlah kebijakan pembangunan zona integritas dinilai cukup menonjol. Bahkan, kebijakan tersebut dianggap dapat menjadi referensi bagi kementerian maupun pemerintah daerah lainnya.

Menurut Agus, predikat zona WBK dan WBBM di Kabupaten Kendal telah membawa dampak positif terhadap sejumlah indikator makro daerah. Di antaranya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, kemudahan investasi, penurunan angka kemiskinan, hingga berkurangnya tingkat pengangguran terbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....