Empat Daerah Bersinergi Atasi Masalah Sampah Pekalongan Raya
- 25 Feb 2026 15:23 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID,Pekalongan – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama tiga pemerintah daerah lain resmi menandatangani Surat Pernyataan Kesiapan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik atau Pembangkit Listrik Energi Sampah (PSEL). Komitmen ini menjadi tonggak penting dalam upaya penanganan masalah sampah secara regional, Empat pemerintah daerah tersebut yakni Pemkab Pekalongan, Pemkot Pekalongan, Pemkab Batang dan Pemkab Pemalang.
Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman saat dikonfirmasi, Rabu 25 Februari 2026 menyampaikan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya di tingkat kepala daerah se-Pekalongan Raya. Menurutnya, secara substansi dan kebijakan politik, komitmen sudah dibangun oleh Bupati Pekalongan bersama para kepala daerah lainnya.
“Ini kelanjutan dari nota kesepakatan sebelumnya. Secara kebijakan politik sudah disepakati oleh Ibu Bupati bersama kepala daerah Pekalongan Raya. Sekarang tinggal teknisnya. Kalau ini untuk kepentingan masyarakat, tentu kita akan melakukan percepatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah penandatanganan ini, tahapan berikutnya adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Gubernur Jawa Tengah. Pemerintah daerah berharap pada pertengahan tahun ini realisasi pembangunan pengolahan sampah menjadi tenaga listrik sudah dapat dimulai.
Terkait dukungan pasokan sampah, Sukirman menegaskan Kabupaten Pekalongan siap menjadi salah satu penyokong. Ia menyebutkan, kebutuhan volume sampah untuk memenuhi standar operasional instalasi dipastikan dapat terpenuhi.
“Volume pasti siap. Untuk memenuhi berapa ton, sekian ton, dan seterusnya. Kabupaten Pekalongan akan support pastinya,” jelas Sukirman.
Wabup menambahkan, saat ini, volume sampah di Kabupaten Pekalongan diperkirakan mencapai sekitar 500 ton per hari. Dengan adanya proyek ini, masing-masing pemerintah daerah akan melakukan sosialisasi dan konsolidasi agar sistem pembuangan sampah lebih terpusat dan memenuhi kebutuhan bahan baku pembangkit listrik.
"Melalui kerja sama lintas daerah ini, diharapkan persoalan sampah di wilayah Pekalongan Raya dapat tertangani secara terpadu. Sekaligus, memberikan nilai tambah berupa energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.
Senada, Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid menyampaikan, dengan komitmen kuat dari empat daerah dan dukungan pihak swasta, pihaknya optimistis pembangunan PSEL akan menjadi solusi konkret dan berkelanjutan dalam menuntaskan persoalan sampah di Pekalongan Raya. “Harus memutar otak, harus punya strategi yang pas untuk mengatasi masalah sampah," ucapnya.
"Alhamdulillah, ini datang PT L-Energi Green Solutions membawa kabar baik dengan progres yang paling komplit. Sudah ke Danantara, sudah ke kementerian, sudah ke provinsi, ini sangat luar biasa,” ungkapnya.
Semua pihak berharap, proyek PSEL ini dapat menjadikan Pekalongan Raya sebagai pilot project pengolahan sampah menjadi energi listrik di tingkat nasional. Adapun kapasitas yang dirancang mencapai 1.000 ton sampah per hari, sehingga membutuhkan pasokan dari empat daerah, yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.
Pembangunan PSEL ini dirancang tanpa membebani APBD masing-masing daerah. Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Bupati Pekalongan H Sukirman, Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid, Sekda Kabupaten Batang, Sekda Sri Purwaningsih dan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....