Ombak Besar, Banyak Nelayan Kendal Enggan Melaut
- 08 Feb 2026 15:29 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Nelayan di Kendal, sejak bulan Januari hingga sekarang banyak yang tidak melaut. Pasalnya, kondisi ombak di laut masih tinggi, angin kencang dan masih sering turun hujan.
Perahu-perahu nelayan pun tampak bersandar di tepian sungai dekat muara. Seperti kawasan nelayan di Kampung Mbiru, Bandengan dan Karangsari Kendal.
Sofyan, nelayan di Bandengan mengatakan, kondisi ombak masih cukup besar, sejak awal Januari hingga saat ini. Dalam kondisi cuaca yang kurang baik, hanya beberapa nelayan yang berani melaut atau perahu-perahu besar.
"Ombaknya masih tinggi, jadi banyak yang libur, tidak melaut, kecuali perahu-perahu besar," katanya pada Minggu 8 Februari 2026. Saat nelayan yang tidak melaut, sebagian ada kerja sebagai tukang bangunan, jika ada yang mengajak di lokasi yang dekat.
Ada juga yang memancing atau memperbaiki perahu atau peralatan yang rusak. "Kalau melaut libur ya pada jadi kuli bangunan atau mancing, " ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Hudi Sambodo mengatakan, musim ombak besar biasanya mulai Desember sampai Maret dengan ketinggian satu sampai dua meter. Kondisi laut dengan ombak besar itu membahayakan bagi nelayan, sehingga diimbau untuk tidak melaut.
"Tiap hari selalu menyampaikan prakiraan cuaca dari BMKG kepada kelompok-kelompok nelayan di Kabupaten Kendal," katanya. Pada musim ombak besar yang sebagian besar para nelayan tidak melaut, ada pembagian dana hasil tabungan nelayan di masing-masing TPI.
Hudi Sambodo mengatakan, dana cadangan nelayan itu didapat dari hasil pungutan lelang ikan. "Jadi, tabungan nelayan sendiri yang dibagikan saat kondisi paceklik," ungkapnya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....