Tingkatkan Keamanan, Pemkot Pekalongan Perkuat Pengawasan MBG

  • 01 Okt 2025 10:54 WIB
  •  Semarang

KBRN, Pekalongan: Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memastikan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, sehat, dan tepat sasaran melalui penguatan pengawasan. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan monitoring Tim Satgas Pengawasan MBG yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Sugiyo didampingi Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa), Selasa (30/9/2025). 

Saat ditemui di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sapuro Kebulen, Sugiyo menjelaskan, tugas utama tim pengawas adalah memastikan tidak muncul persoalan dalam penyelenggaraan program. Khususnya, yang menyasar anak-anak sekolah.

“Kasus yang terjadi selama ini di berbagai daerah cukup mengkhawatirkan. Dengan pengawasan ini, kami harapkan hal serupa tidak muncul di Kota Pekalongan,” katanya.

Dalam pengawasan tersebut, Tim Satgas melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik, kebersihan, hingga bahan makanan yang digunakan. “Alhamdulillah secara fisik dan hygiene dapur sudah baik,” ujarnya.

“Untuk bahan baku kering kualitasnya sangat bagus, namun bahan segar seperti sayur dan buah memang belum kita lihat langsung karena sudah diolah semua. Karena itu, kami membawa sedikit sampel stok bahan segar yang masih ada untuk diuji lebih lanjut,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengujian dilakukan bersama Dinperpa sebagai bagian dari upaya identifikasi dan pengawasan kualitas. “Pengujian ini untuk memastikan bahan pangan tidak mengandung pestisida, pengawet, atau residu lain yang bisa berdampak pada kesehatan,” ujarnya.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati yang turut mendampingi kegiatan menyampaikan, pengawasan keamanan bahan pangan menjadi kewajiban pihaknya, termasuk dalam MBG. “Dinperpa berkewajiban memantau keamanan bahan pangan atau bahan bakunya,” katanya.

Ia menyebutkan, kebersihan lokasi pengolahan dinilai sudah baik. Namun, untuk memastikan keamanan, tim mengambil sampel bahan mentah untuk diuji di laboratorium.

“Kami ambil sampel bahan baku untuk diuji kandungan formalin, pestisida, rhodamin, atau bahan tambahan pangan berbahaya lainnya. Selain itu, kami memberikan edukasi kepada pengelola SPPG supaya jeli dan bijak memilih bahan baku yang aman dikonsumsi,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada keamanan pangan, Dinperpa juga mendorong pemanfaatan bahan lokal guna meningkatkan kualitas gizi sekaligus menekan biaya operasional. “Kota ini produsen ikan, dan itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin agar biaya operasional lebih terjangkau, kualitasnya bagus, dan kandungan gizinya tinggi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pemenuhan standar kelayakan dalam pengolahan pangan oleh penyedia MBG. “Kami harapkan SPPG bisa memenuhi kelayakan SLHS serta sertifikasi halal agar proses pengolahan mulai dari hulu hingga hilir bisa terjamin keamanan pangannya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....