Kepulangan Tertunda karena Sakit, Tiga Jemaah Haji Asal Rembang Tiba di Tanah Air

  • 24 Jun 2026 10:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Rembang- Sebanyak tiga jemaah haji asal Kabupaten Rembang yang sebelumnya tidak pulang bersama rombongan akhirnya telah tiba di Indonesia, Senin, 22 Juni 2026. Sementara itu, dua jemaah lainnya hingga saat ini masih berada di Arab Saudi karena alasan kesehatan dan penyesuaian jadwal kepulangan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Rembang, Maruli Dwi Ronisa, mengatakan salah satu jemaah yang telah kembali adalah Sri Wahyuni, warga Desa Ngemplak, Kecamatan Lasem. Ia tiba di Tanah Air pada Senin, 22 Juni 2026 bersama Kloter 59.

Menurut Maruli, Sri Wahyuni termasuk jemaah yang mengikuti skema tanazul akhir sehingga proses penjemputannya dilakukan secara khusus oleh tim kesehatan. “Setelah mendarat di Solo, beliau dijemput menggunakan ambulans dan dibawa ke Rembang untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut,” jelas Maruli saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 24 Juni 2026.

Pada hari yang sama, dua jemaah lain asal Rembang juga tiba bersama Kloter 60, yakni Wantinah Warsan dan putranya, Darmawan Trias, warga Desa Sukoharjo. Keduanya sebelumnya terdaftar dalam Kloter 46, namun keberangkatan pulang sempat tertunda karena Wantinah harus menjalani perawatan di RS Moewardi Solo.

Selama masa perawatan tersebut, Darmawan mendampingi ibunya hingga kondisi kesehatannya membaik. “Dengan demikian, pada Senin kemarin total ada tiga jemaah haji asal Rembang yang berhasil kembali ke daerah,” ujarnya.

Maruli menambahkan, hingga Selasa, 23 Juni 2026 malam, masih terdapat dua jemaah asal Rembang yang berada di Arab Saudi. Salah satunya adalah Kastini, warga Desa Nglojo, Kecamatan Sarang, yang tergabung dalam Kloter 81 atau yang dikenal sebagai Kloter Sapu Jagat.

Sesuai jadwal, Kastini diperkirakan tiba di Indonesia pada 30 Juni 2026. Sementara seorang jemaah lainnya, Warsiati, warga Desa Banowan, Kecamatan Sarang, masih menjalani perawatan medis di Tanah Suci.

Kondisi kesehatannya terus dipantau oleh petugas yang mendampingi jemaah Indonesia. “Kami berharap dan memohon doa dari masyarakat agar kondisi beliau segera membaik sehingga bisa segera kembali ke tanah air,” kata Maruli.

Ia menjelaskan, seperti pada penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya, jemaah yang sakit tetap mendapatkan prioritas pelayanan dan pendampingan. Kepulangan mereka akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan hingga dinyatakan layak melakukan perjalanan menggunakan penerbangan reguler menuju Indonesia. (Mif)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....