Percepat Pemulangan Haji, Indonesia Kaji Pemanfaatan Bandara Thaif
- 13 Jun 2025 06:56 WIB
- Semarang
KBRN, Jeddah: Pemerintah Indonesia melakukan pengkajian pemanfaatan Bandara Thaif sebagai alternatif entry point dan home base bagi penerbangan jemaah haji Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, serta mempercepat proses pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, Kamis(12/6/2026), Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi, mengatakan, secara teknis, Bandara Thaif dinilai sangat layak untuk melayani penerbangan haji. Pengelola bandara juga menyambut positif rencana itu.
Bandara Thaif sudah dilengkapi dua landasan pacu yang mampu melayani pesawat berbadan lebar, seperti Boeing maupun Airbus dengan operasional yang berlangsung 24 jam. Saat ini, Bandara Thaif telah melayani penerbangan dari 11 maskapai internasional dan domestik, termasuk dari Iran, Mesir, dan Qatar.
Meski demikian, memang terdapat beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan, terutama terkait kapasitas terminal internasional yang hanya dapat menampung sekitar 500 penumpang. Terkait hal itu, pengelola Bandara Thaif menyanggupi penambahan 10 slot penerbangan per hari.
"Saat ini, total slot penerbangan haji kita sekitar 17-20 slot per hari. Penambahan slot dari Thaif ini bisa sangat membantu,” katanya.
Usulan ini pun akan segera disampaikan ke Presiden RI. "Keputusan akhir tentu di tangan Presiden, Tapi dari hasil pembicaraan awal, peluang ini sangat positif dan bisa menjadi langkah strategis ke depan," ujar Muhadjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....