Uang Rp208 Juta dan Laptop Raib dari Mobil, Polisi Selidiki Pencurian di Kudus
- 09 Sep 2026 11:02 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kudus - Seorang warga Kudus menjadi korban pencurian setelah uang tunai Rp208 juta dan sebuah laptop raib dari dalam mobilnya. Peristiwa itu terjadi di depan Gudang Keramik 46, Jalan Lingkar Ngembal, Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada Senin, 7 September 2026 siang.
Sebelum kejadian, korban diketahui baru saja melakukan penarikan uang tunai di sebuah Bank di jalan Jendral Sudirman Kudus. Korban kemudian menuju Gudang Keramik 46 untuk mengambil barang yang telah dibeli.
Setibanya di lokasi, korban memarkirkan kendaraannya di depan gudang. Korban kemudian masuk ke dalam gudang untuk menyerahkan nota pembelian kepada penjaga gudang.
Namun, saat kembali ke mobil, korban mendengar suara desis dari ban belakang sebelah kiri. Korban kemudian mengetahui ban mobilnya dalam kondisi bocor.
Saat hendak mengambil dongkrak, korban mendapati pintu mobil bagian depan sebelah kanan dalam keadaan terbuka. Setelah dilakukan pengecekan, tas berisi uang tunai Rp. 208 juta dan satu unit laptop sudah raib.
Kapolres Kudus AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasatreskrim Polres Kudus AKP Happy Nawang Kuncoro membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. "Benar, kami menerima laporan adanya dugaan tindak pidana pencurian dari dalam kendaraan yang terjadi di wilayah Kecamatan Jati, saat ini masih dalam proses penyelidikan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu, 9 September 2026.
AKP Happy mengatakan polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku.
"Petugas sudah melakukan olah TKP, mencari barang bukti, serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Kami juga melakukan pendalaman terhadap sejumlah petunjuk yang ada," ujarnya.
Polisi kini masih memburu pelaku pencurian tersebut, termasuk melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Nampaknya, polisi harus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini
"Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Mohon waktu, tim masih bekerja di lapangan," ujarnya. (RK)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....