Budaya "Ewuh Pakewuh" Bisa Hambat Upaya Pemberantasan Korupsi
- 30 Jul 2026 15:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Budaya ewuh pakewuh di lingkungan birokrasi dinilai masih menjadi salah satu hambatan dalam upaya pemberantasan korupsi di daerah. Pegiat antikorupsi Jawa Tengah, Eko Haryanto, mengatakan, sikap sungkan terhadap rekan kerja, atasan, maupun pihak yang memiliki kedekatan tertentu dinilai dapat mengurangi efektivitas pengawasan internal.
Menurutnya, masyarakat selama ini telah berperan aktif dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan. Namun, tantangan justru masih banyak ditemukan di lingkungan internal instansi karena budaya ewuh pakewuh yang masih kuat.
"Kalau masyarakat saya rasa sudah maksimal melakukan pengawasan. Cuma di internal mereka itu kadang-kadang masih ada rasa ewuh pakewuh karena teman, kerabat, atau satu partai," ujar Eko saat dihubungi RRI, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menilai budaya tersebut dapat membuat dugaan pelanggaran tidak segera ditindaklanjuti, meski telah diketahui oleh lingkungan sekitar. Padahal, pengawasan internal merupakan salah satu unsur penting dalam mencegah penyalahgunaan wewenang di pemerintahan.
Selain memperkuat pengawasan internal, Eko juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap masyarakat yang melaporkan dugaan tindak pidana korupsi. Menurutnya, setiap laporan yang disampaikan masyarakat harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum agar tidak menurunkan kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi.
"Ya masih temennya kerabatnya atau apalah kan begitu lah masih satu partai lah segala macam enggak kepenak segala macam. Nah, itu akan menghambat dalam pemberantasan korupsi," katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap aktif mengawasi jalannya pemerintahan dan tidak ragu melaporkan dugaan korupsi. Menurutnya, partisipasi publik yang didukung sistem pengawasan internal yang kuat akan menjadi faktor penting dalam mencegah praktik korupsi di daerah.
"Itu kan akan membuat kekecewaan masyarakat. Masyarakat menjadi malas melaporkan kasus korupsi, paling-paling hukumannya rendah kan begitu, paling-paling nanti malah saya yang dijadikan bumerang, nanti dilaporkan pencemaran nama baik dan segala macam," katanya.(imm)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....