Bentengi Diri lebih Kokoh, Pelajar SMA Bandar Tekuni Ekstrakurikuler Karate
- 15 Agt 2026 00:35 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Batang - Kegiatan ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 1 Bandar tidak hanya menjadi wadah bagi siswa untuk mempelajari seni bela diri, tetapi juga menjadi sarana untuk membentuk karakter dan mengembangkan sikap disiplin. Melalui latihan yang dilakukan secara rutin, para anggota diajak untuk meningkatkan kemampuan fisik sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, sportivitas, dan rasa percaya diri.
Karate sendiri merupakan seni bela diri asal Jepang yang mengajarkan teknik membela diri dengan tangan kosong. Dalam proses latihan, anggota tidak hanya dituntut untuk menguasai teknik dasar dan gerakan bela diri, tetapi juga memahami pentingnya kedisiplinan serta kemampuan mengendalikan diri.
Sensei Arif Firmansyah, selaku pelatih karate di SMA Negeri 1 Bandar, mengatakan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut adalah kehadiran anggota yang belum konsisten. Menurutnya, masih terdapat beberapa siswa yang mengikuti latihan secara tidak rutin sehingga perkembangan kemampuan mereka menjadi kurang maksimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Sensei Arif berusaha mengingatkan dan memberikan motivasi kepada para anggota melalui WhatsApp. Upaya tersebut dilakukan agar siswa kembali memiliki semangat untuk mengikuti latihan dan memahami pentingnya konsistensi dalam menjalani kegiatan ekstrakurikuler.
“Biasanya saya japri, tapi di grup. Cuma japri lewat grup, tidak japri lewat pribadi,” ungkapnya, saat ditemui di halaman SMA Negeri 1 Bandar, Kabupaten Batang, Kamis 13 Agustus 2026.
Kedisiplinan merupakan salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap anggota. Ia berharap para siswa dapat lebih rajin mengikuti latihan, terus meningkatkan kemampuan, dan berusaha meraih prestasi yang dapat membanggakan diri sendiri maupun sekolah.
“Ke depannya latihannya lebih rajin lagi. Kalau di sekolah masih kurang, bisa ikut latihan di luar," ungkapnya.
Salah satu anggota ekstrakurikuler karate di SMA Negeri 1 Bandar, Adi Pangestu, Adi menceritakan bahwa pada awalnya ia
mengikuti karate karena memiliki waktu luang dan ingin mencoba kegiatan baru. Seiring berjalannya waktu, alasan tersebut berkembang menjadi motivasi untuk mempelajari bela diri sekaligus membanggakan kedua orang tuanya melalui prestasi.
“Motivasi saya untuk bisa belajar bela diri dan membanggakan orang tua saya. Berawal dari saya gabut dan mengikuti lomba,” tandasnya.
Selama mengikuti latihan, ia merasakan berbagai manfaat dari kegiatan karate. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai teknik bela diri, ia juga belajar menjadi lebih disiplin dan mampu mengendalikan diri. Pengalaman tersebut turut membawanya meraih prestasi dalam sejumlah perlombaan, di antaranya Juara 2 di Batang Cup dan Juara 3 di Pekalongan.
“Saya mendapatkan medali Juara 2 di Batang Cup dan Pekalongan Juara 3,” ungkapnya.
Baginya, kemampuan bela diri tidak hanya berkaitan dengan teknik menyerang atau bertahan.
Menurutnya, seorang yang mempelajari bela diri juga perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi dan tidak mudah terpancing dalam menghadapi suatu keadaan.
“Ilmu bela diri seperti menahan, menendang, memukul, dan menahan diri agar tidak terpancing emosi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler karate, siswa dapat memperoleh pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Latihan yang dilakukan secara rutin juga dapat menjadi proses pembentukan karakter, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, pengendalian diri, dan semangat untuk berprestasi.
Pada akhirnya, karate di SMA Negeri 1 Bandar menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter. Dengan latihan yang konsisten dan dukungan dari pelatih, para anggota diharapkan mampu terus meningkatkan kemampuan serta membawa prestasi yang membanggakan bagi diri sendiri, orang tua, dan sekolah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....