Petani Milenial Kendal Mulai Tunjukkan Kiprahnya, Tersebar di 20 Kecamatan

  • 06 Okt 2026 15:12 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal – Sebanyak 60 petani milenial di Kabupaten Kendal yang tergabung dalam satu kelompok kini tersebar di 20 kecamatan. Mereka mengembangkan berbagai usaha pertanian, mulai dari bawang merah, paprika, kopi, budidaya madu hingga komoditas lainnya, sekaligus mengedukasi anak muda agar tertarik menekuni sektor pertanian.

Sekretaris Petani Milenial Kendal, Rizky Khoirul Anam mengatakan, aktivitas kelompok tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga membangun jejaring usaha dan berbagi pengetahuan antarpelaku. "Kami sesama petani milenial saling sharing, saling menyemangati dan kerja sama bisnis usaha tani," katanya.

Salah satu kegiatan kelompok dilakukan melalui penanaman kopi yang tidak hanya diarahkan untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga konservasi. "Kopi yang ditanam itu jenis khusus, yakni kopi arabika yellow katuro," ujarnya, Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Rizky, para petani milenial mendapat pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kendal melalui petugas penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian, termasuk fasilitasi pertemuan. Namun, keterbatasan kepemilikan lahan masih menjadi kendala karena sebagian petani harus menyewa atau bekerja sama dengan pemilik lahan. "Kami berharap ada demplot khusus untuk digarap bersama-sama," harapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan, keberadaan petani milenial perlu diperkuat karena mereka akan menjadi penerus usaha pertanian. Pemanfaatan teknologi modern juga diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian di Kabupaten Kendal. "Kami juga melakukan pendampingan dan bantuan lainnya untuk memajukan pertanian di Kabupaten Kendal," katanya.

Anggota Komisi B DPRD Kendal sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kendal, Tardi berharap pengembangan petani milenial tidak berhenti di tingkat kelompok, tetapi menjangkau hingga desa-desa. "Pemda Kendal harus pembinaan, memberikan pelatihan untuk menguasai teknologi dan bisa memanfaatkan produk-produk pertanian dari anak-anak muda ini," ujarnya.

Menurut Tardi, penguasaan teknologi dan jaringan pemasaran menjadi keunggulan petani milenial dalam mengembangkan usaha. "Anak-anak muda itu bisa membaca situasi dan kondisi di lapangan, sehingga bisa mengatasi penjualan," katanya. (RS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....