Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tahu Tempe di Kendal Perkecil Ukuran

  • 14 Apr 2026 19:34 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Harga kedelai di Kabupaten Kendal menembus kisaran Rp11.000 per kilogram. Naiknya harga kedelai ini juga memukul pelaku usaha tahu dan tempe di Kabupaten Kendal yang kemudian memilih memperkecil ukuran.

Ketua Primer Koperasi Produsen Tahu dan Pempe (Primkopti) Harum Kendal, Rifa’i mengatakan, harga kedelai mulai merangkak naik sejak awal tahun dan mencapai puncaknya menjelang Lebaran. Pada Januari, harga kedelai masih berada di kisaran Rp9.200 per kilogram, namun kini melonjak menjadi sekitar Rp11.000 per kilogram.

"Kenaikan ini berdampak langsung pada pelaku usaha tahu dan tempe di Indonesia. Apalagi kedelai sebagian besar masih impor dari Amerika Serikat dan sebagian kecil dari Amerika Latin,” jelasnya.

Menurut Rifa’i, kondisi saat ini lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kenaikan harga kedelai juga diikuti oleh lonjakan bahan pendukung seperti minyak goreng dan plastik hingga 100 persen. "Kalau dulu kenaikan kedelai tidak dibarengi bahan pendukung, tapi sekarang justru semuanya naik, ini yang sangat memberatkan,” tegasnya.

Ibnu Salim, pengrajin tahu tempe di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel mengatakan, sementara ini belum berani menaikkan harga jual. Ia memilih mengurangi ukuran produk untuk menjaga pelanggan. "Kami kurangi ukuran tahu dan tempe, meskipun keuntungan turun sekitar 25 persen, tapi yang penting pelanggan tidak lari,” katanya.

Para pelaku usaha tentu berharap, pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kedelai, agar keberlangsungan usaha tahu dan tempe tetap terjaga. Pasalnya, kenaikan tajam ini tidak hanya menggerus keuntungan, tetapi juga memaksa perajin menyiasati produksi agar tetap bertahan di tengah tekanan biaya yang kian tinggi. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....