Ratusan Stan UMKM Laris Manis, Transaksi Pameran MTQ Nasional Tembus Rp2,4 Miliar

  • 19 Sep 2026 20:40 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pameran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di kawasan parkir eks Plaza Semarang, Simpang Lima mencatatkan transaksi sebesar Rp2,4 miliar selama delapan hari pelaksanaan. Capaian itu tidak lepas dari total 80.000 pengunjung yang memadati area pameran hingga malam terakhir pelaksanaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia mengatakan transaksi itu berasal dari 150 tenant UMKM yang terdiri atas 24 stan provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, dan 14 stan mandiri yang berpartisipasi dalam pameran. Nilai tersebut terdiri atas transaksi ritel sebesar Rp2.385.574.640 dan transaksi pesanan atau order senilai Rp23.651.000.

Tak hanya mencatat penjualan langsung, pameran yang berlangsung pada 12–19 September 2026 itu juga menghasilkan kontrak bisnis senilai Rp7,54 miliar. Menurut Emmy, capaian tersebut membuktikan pameran mampu menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang kerja sama usaha yang berkelanjutan.

“Pameran ini harapannya menjadi syiar ekonomi umat,” kata Emmy saat menyampaikan laporan pada Closing Ceremony Pameran MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu 19 September 2026.

Salah satu kontrak terbesar tercatat antara PT Yuasa Food Berkah Makmur dan Politeknik Kementerian Kesehatan Tasikmalaya untuk penyediaan makanan penanggulangan stunting serta emergency food kebencanaan. Kerja sama tersebut bernilai Rp5 miliar dengan masa kontrak selama dua tahun.

Kolaborasi bisnis juga terjalin daru Abel Etnic Solo yang menggandeng Friny Collection Riau untuk penyediaan aksesori tembaga dan batu senilai Rp300 juta. Adapun, CV Hury Accessories Kebumen juga berhasil bekerja sama dengan CV Naturaline Boyolali melalui penjualan bundling produk senilai Rp500 juta.

Tifani Batik Pekalongan turut mencatat sejumlah kerja sama, mulai dari penyediaan biji jintri senilai Rp300 juta hingga produk parfum dan aromaterapi senilai Rp360 juta. Sementara Segar Asem Semarang menjalin kemitraan pemasaran minuman tradisional dengan sejumlah pusat oleh-oleh di Yogyakarta dan Semarang dengan nilai lebih dari Rp1 miliar.

Emmy menyebut promosi produk ini tidak boleh berhenti saat pameran berakhir, tetapi juga turut menfasilitasi jaringan bisnis, memperluas basis pelanggan, serta memanfaatkan media digital untuk memperkuat pemasaran. Pameran tersebut juga membuka peluang ekspor bagi produk UMKM Jawa Tengah ke sejumlah negara yang berminat mulai dari Brasil, Nigeria, India, dan Amerika Serikat.

Salah satu potensi kerja sama internasional datang dari pembeli asal Brasil yang berminat memesan 6.460 lembar tikar pandan. Potensi nilai kontrak dari transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp4,56 miliar.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat sehingga pameran sebagai rangkaian MTQ Nasional dapat berjalan lancar. Ia berharap transaksi dan kerja sama yang tercipta menjadi titik awal bagi UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Menurut Sumarno, pemerintah akan terus memfasilitasi pelaku usaha agar mampu berkembang lebih jauh. Salah satu tantangan terbesar yang harus dijawab UMKM saat ini adalah memperluas pemasaran di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Pameran ini adalah salah satu cara untuk kita bisa membantu saudara-saudara kita untuk memasarkan produk-produknya,” katanya.

Di tengah geliat ekonomi yang tercipta, Sumarno mengingatkan bahwa pameran tersebut merupakan bagian dari rangkaian MTQ Nasional. Karena itu, ia berharap semangat mencintai dan mendekatkan diri kepada Al-Qur'an tetap menjadi nilai utama yang mengiringi seluruh kegiatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....