Modal Jadi Kendala Pelaku Usaha Kecil, Baznas Kendal Hadir Beri Solusi

  • 16 Sep 2026 15:52 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Keterbatasan modal masih menjadi salah satu kendala pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya. Menghadapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal mencoba memberikan solusi melalui program Pendayagunaan Ekonomi Produktif berupa bantuan modal usaha bagi pelaku usaha kecil.

Program Pendayagunaan Ekonomi Produktif tersebut diluncurkan di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Rabu, 16 September 2026. Program ini menjadi salah satu program unggulan Baznas Kendal untuk membantu mustahik yang telah memiliki usaha agar dapat meningkatkan pendapatan.

Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda, mengatakan bantuan diberikan kepada pelaku usaha yang usahanya sudah berjalan dan memenuhi kriteria sebagai mustahik. Modal tambahan diharapkan dapat membuat usaha mereka berkembang dan memberikan pendapatan yang lebih baik.

"Yang dibantu, mereka yang usahanya sudah jalan, kita pilih mereka yang cbenar-benar mustahiq, kita tambahi modal, agar mereka lebih bagus lagi pendapatannya," katanya.

Selain bantuan modal, Baznas Kendal memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para penerima manfaat. Pelatihan tersebut antara lain diberikan kepada pelaku usaha barber dan laundry untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan usahanya.

"Ada pendampingan, juga ada pelatihan untuk barber tiga hari, pelatihan laundry tiga hari," jelas Syamsul.

Menurut Syamsul, program tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu penerima manfaat meningkatkan usaha. Dalam jangka panjang, para mustahik diharapkan dapat semakin mandiri hingga mampu menjadi muzaki atau pembayar zakat.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap program bantuan modal usaha dari Baznas terus ditingkatkan. Menurutnya, penguatan usaha kecil dapat memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian sekaligus membantu mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

"Harapannya, bantuan modal ini, perekonomian di Kabupaten Kendal bisa meningkat, dan ini termasuk untuk pengurangan tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Kendal," harapnya.

Pada 2026, Baznas Kendal menyalurkan bantuan modal kepada sejumlah pelaku usaha kecil. Penerimanya antara lain 10 pelaku usaha bengkel, 10 pelaku usaha laundry, serta pelaku usaha warung kelontong dan barber, dengan nilai bantuan masing-masing Rp8 juta hingga Rp15 juta.

Salah satu penerima manfaat, Ismi Solehatul Adawiyah mengatakan bantuan modal dari Baznas Kendal membuat warung kelontong yang telah dijalankannya selama bertahun-tahun mulai berkembang. Penambahan modal membuat jenis barang yang dijual semakin beragam dan penataannya lebih baik.

"Alhamdulillah setelah dapat bantuan ini, sudah lumayan ada perkembangan. Walaupun sedikit demi sedikit," kata warga Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....