Investasi di Jateng Terus Tumbuh, UMKM Jangan Sampai Hanya Jadi Penonton
- 04 Agt 2026 14:24 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri menjadi kunci agar investasi dapat menggerakkan perekonomian daerah secara menyeluruh dan memberikan dampak yang lebih besar.
- Pemerintah perlu membangun basis data UMKM berdasarkan jenis produk, kapasitas produksi, kualitas, sertifikasi, dan lokasi untuk menghubungkan dengan kebutuhan pengadaan perusahaan besar.
- UMKM harus memenuhi standar kualitas yang ditentukan oleh perusahaan besar dan berkembang menjadi mitra strategis industri, bukan hanya penyedia barang dan jasa pendukung.
RRI.CO.ID, Semarang – Pertumbuhan investasi di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM perlu dilibatkan secara aktif agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri, bukan sekadar menjadi penonton di tengah derasnya arus investasi.
Pengamat Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Tri Widayati, mengatakan perusahaan besar dan UMKM seharusnya tumbuh bersama melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Menurutnya, investasi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas apabila pelaku usaha lokal dilibatkan dalam aktivitas industri.
"Jadi sebetulnya untuk investor besar dan UMKM lokal itu tidak boleh berjalan sebagai dua dunia yang terpisah. Namun perusahaan besar ini harus menjadi penggerak bagi pertumbuhan usaha lokal melalui kemitraan gitu, selain kemitraan juga melalui rantai pasok," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.
Tri menjelaskan pemerintah memiliki peran penting dalam mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi UMKM. Salah satunya melalui penyusunan basis data yang memuat informasi mengenai jenis produk, kapasitas produksi, kualitas, sertifikasi, hingga lokasi usaha, sehingga perusahaan besar lebih mudah menjalin kerja sama dengan pelaku usaha lokal.
Menurutnya, peluang keterlibatan UMKM cukup beragam, mulai dari penyediaan bahan baku, jasa katering, pembuatan seragam, hingga penyediaan kemasan dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Namun, ia mengingatkan UMKM juga harus mampu memenuhi standar kualitas yang ditetapkan perusahaan agar kemitraan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Bentuk keterkaitannya bisa mungkin penyediaan bahan bakunya, untuk penyediaan makanan dan catering atau penyediaan seragam, kemudian kemasan, dan lain-lain. Namun, yang perlu kita perhatikan juga bahwa UMKM ini juga harus memenuhi standar kualitas, karena biasanya perusahaan-perusahaan besar itu menentukan standar kualitas tertentu," katanya.
Tri berharap keterlibatan UMKM dalam ekosistem investasi tidak berhenti pada peran sebagai penyedia barang dan jasa pendukung. Lebih dari itu, UMKM diharapkan mampu berkembang menjadi mitra strategis industri sehingga investasi yang masuk ke Jawa Tengah benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....