Banyak UMKM Belum Pisahkan Keuangan Usaha dan Pribadi, USM Berikan Pendampingan
- 22 Jun 2026 10:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih belum memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga kesulitan mengetahui kondisi keuangan bisnis yang sebenarnya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan literasi akuntansi sederhana kepada pelaku UMKM di Kelurahan Tlogosari Kulon, Kota Semarang.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Ekonomi USM, Windasari Rachmawati, mengatakan pengelolaan keuangan yang belum tertib masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM. Menurutnya, pencampuran keuangan pribadi dan usaha membuat pelaku UMKM kesulitan memantau arus kas, menghitung keuntungan, hingga mengetahui kondisi keuangan usaha secara akurat.
"Melalui literasi akuntansi sederhana, pelaku UMKM dapat mengetahui arus kas, laba usaha, serta posisi keuangan usahanya secara lebih jelas. Hal ini penting sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis yang tepat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Juni 2026.
Pelatihan yang diikuti pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, perdagangan hingga jasa tersebut mengangkat tema Peningkatan Kualitas Pencatatan Keuangan UMKM melalui Literasi Akuntansi Sederhana. Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya literasi akuntansi, teknik pencatatan transaksi harian, hingga penggunaan template pembukuan berbasis Microsoft Excel yang mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung penyusunan pembukuan menggunakan contoh transaksi usaha yang mereka miliki. "Kami memberikan pendampingan secara intensif sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan penyusunan laporan keuangan sederhana," kata Windasari.
Ia berharap pelatihan tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan daya saing usaha. "Kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara berkelanjutan sehingga kualitas pengelolaan keuangan usaha semakin baik dan mampu meningkatkan daya saing UMKM," tuturnya.
Anggota tim pengabdian, Abdul Karim, menambahkan kemampuan menyusun laporan keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan usaha. Menurutnya, laporan keuangan yang tersusun dengan baik tidak hanya membantu pelaku UMKM mengontrol perkembangan usaha, tetapi juga menjadi syarat penting ketika mengajukan pembiayaan kepada lembaga keuangan.
"Laporan keuangan yang baik tidak hanya membantu mengontrol usaha. Akan tetapi juga dapat menjadi syarat penting ketika UMKM ingin mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan," jelasnya.
Sepanjang kegiatan berlangsung, berbagai pertanyaan muncul, mulai dari cara mencatat transaksi harian hingga langkah memisahkan keuangan pribadi dan usaha.Melalui sesi diskusi dan praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman sekaligus solusi atas berbagai persoalan pengelolaan keuangan yang selama ini mereka hadapi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....