Masjid Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat, DPD RI Soroti Potensi UMKM
- 06 Mar 2026 04:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Masjid dinilai memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi umat melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) perwakilan Jawa Tengah, Abdul Kholik, dalam dialog Kurma (Kupasan Ramadan Penuh Makna) di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis, 5 Maret 2026.
Dalam dialog bertema “UMKM Berbasis Masjid” tersebut, Abdul Kholik menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, masjid memiliki berbagai instrumen yang dapat dioptimalkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Masjid juga memiliki berbagai instrumen. Bahkan, dalam perkembangannya, masjid memiliki sumber daya yang dapat didorong, seperti pengumpulan dana yang nilainya cukup besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, potensi tersebut perlu dikelola secara terstruktur agar mampu menghasilkan dampak ekonomi yang nyata. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membangun unit-unit usaha di lingkungan masjid melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Abdul Kholik mencontohkan MAJT yang telah memiliki sejumlah unit usaha bernilai ekonomi, seperti penginapan dan penyelenggaraan bazar. “Seperti di MAJT ini, ada penginapan yang memiliki nilai ekonomi, kemudian unit usaha di sekitar masjid termasuk bazar yang berfungsi sebagai pengembangan ekonomi,” katanya.
Menurutnya, pengembangan UMKM berbasis masjid perlu dilakukan secara sistematis, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Sebagian besar masjid, lanjutnya, telah memiliki Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dananya dapat dialokasikan untuk program pemberdayaan, termasuk bantuan modal usaha bagi masyarakat.
Ia juga mendorong generasi muda dan para santri agar berani menjadi wirausaha dengan memanfaatkan potensi sektor pertanian, maritim, dan pariwisata. Selain itu, pemanfaatan ekonomi digital dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar melalui platform daring dan marketplace.
Dalam sesi interaktif, peserta Pesantren Rohis Indonesia asal Yogyakarta, Sofyan Fahriza, menanyakan strategi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan UMKM masjid. Menanggapi hal itu, Abdul Kholik menekankan pentingnya ide usaha, kemauan kuat, serta jejaring sebagai fondasi utama.
“Jangan berpikir modalnya dulu, kemudian kemauan yang kuat untuk menjalankan usaha itu, dan terakhir jejaring. Seperti MAJT, sudah melakukan banyak hal, dan kita harus berbangga hati MAJT menjadi salah satu yang punya sentra-sentra usaha untuk terus dikembangkan,” jawabnya.
Dialog tersebut turut dihadiri jajaran pengurus MAJT serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan masjid semakin mampu berperan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....