Peluang Usaha Wajik dan Jadah sebagai Jajanan Tradisional

  • 16 Feb 2026 11:51 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wajik dan jadah merupakan jajanan tradisional berbahan dasar ketan yang telah dikenal luas di berbagai daerah, khususnya di Jawa. Cita rasa manis legit pada wajik serta rasa gurih jadah membuat kedua kudapan ini tetap diminati hingga kini.

Di tengah maraknya kuliner modern, wajik dan jadah justru memiliki peluang usaha yang menjanjikan. Makanan ini membawa nilai tradisi, nostalgia, dan keunikan rasa yang sulit tergantikan.

Wajik dan jadah sering menjadi sajian wajib dalam acara adat, hajatan, selamatan, hingga pertemuan keluarga. Kebutuhan dalam jumlah banyak untuk acara-acara tersebut membuka peluang usaha yang stabil dan berkelanjutan.

Selain itu, jajanan ini juga banyak dicari sebagai oleh-oleh khas daerah karena tahan beberapa waktu dan mudah dikemas. Bahan utama wajik dan jadah seperti beras ketan, gula merah, kelapa, dan daun pisang relatif mudah ditemukan.

Harga-harganya pun cukup terjangkau. Proses pembuatannya juga tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga cocok dijalankan sebagai usaha rumahan.

Dengan pengelolaan yang baik, margin keuntungan bisa cukup menarik, terutama jika diproduksi dalam skala menengah. Wajik dan jadah kini hadir dalam berbagai warna dan bentuk yang lebih menarik.

Penggunaan kemasan tradisional seperti besek bambu atau daun pisang justru menambah nilai estetika dan kesan alami. Kemasan ramah lingkungan ini juga semakin diminati konsumen modern.

Pelaku usaha dapat mengembangkan variasi rasa, seperti wajik pandan, wajik cokelat, atau jadah isi kelapa gula merah. Inovasi ukuran dan penyajian, misalnya dalam bentuk potongan kecil atau paket snack box, membuat produk lebih fleksibel untuk berbagai segmen pasar.

Pemasaran pun dapat diperluas melalui media sosial dan kerja sama dengan penyelenggara acara. Menjalankan usaha wajik dan jadah bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga upaya melestarikan kuliner tradisional Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....