Limbah Nanas Jadi Wajik, Inovasi UMKM Sodong Basari

  • 30 Jan 2026 11:08 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Pemalang - Limbah produksi selai nanas yang sebelumnya terbuang kini diolah menjadi wajik nanas oleh UMKM di Desa Sodong Basari, Kabupaten Pemalang. Inovasi ini berawal dari banyaknya sisa nanas hasil penyortiran yang belum termanfaatkan, hingga akhirnya dicoba diolah selama sekitar enam bulan melalui berbagai percobaan.

“Kami merasa sayang kalau limbah nanas terus dibuang. Dari situ muncul ide untuk mencoba mengolahnya jadi produk baru, dan setelah beberapa kali gagal, akhirnya berhasil jadi wajik nanas,” ujar pemilik UMKM Wajik Nanas, Ratna, Kamis, 29 Januari 2026.

Wajik nanas ini dibuat dari nanas madu khas Pemalang tanpa tambahan pemanis buatan maupun pewarna sintetis. Produksi dilakukan secara berkala, umumnya dua minggu sekali.

Menurutnya, untuk distribusi ke toko-toko, produksi menyesuaikan dengan permintaan yang masuk agar kualitas produk tetap terjaga. Dalam satu kemasan berisi 18 potong, wajik nanas dijual dengan harga Rp20.000 dan memiliki daya simpan hingga enam bulan.

Dari sisi distribusi, produk ini dipasarkan melalui kerja sama dengan toko-toko, sistem reseller, serta jaringan UMKM. Pemasaran awal dilakukan secara door to door, kemudian berkembang melalui rekomendasi dari mulut ke mulut.

Ratna menjelaskan, saat ini, wajik nanas telah dipasarkan di wilayah Pemalang. Produk ini juga mulai menjangkau Pekalongan serta Tegal melalui toko dan reseller.

“Kami juga bekerja sama dengan reseller untuk membantu distribusi produk ke luar daerah. Ke depan, pemasaran online ingin kami kembangkan secara bertahap sesuai kesiapan produksi,” ucap Ratna.

Selain memberikan nilai ekonomi, inovasi ini juga membawa nilai keberlanjutan karena memanfaatkan limbah nanas menjadi produk pangan bernilai jual. Produk ini sekaligus memperkuat identitas Pemalang sebagai daerah penghasil nanas. (RA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....