Sampah Sachet Bisa Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

  • 21 Nov 2025 19:38 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: One Recycle Plastic menunjukkan komitmennya dalam pengurangan sampah plastik melalui inovasi kerajinan berbahan limbah multilayer berupa plastik sachet. Metode ini digagas oleh Rani Mardiana yang telah menekuni dunia daur ulang selama dua dekade.

Rani mulai mengembangkan teknik origami multilayer sachet sejak tahun 2020 sebagai upaya memanfaatkan sampah plastik yang tidak laku di pasar pengepul. Jenis plastik ini biasanya masuk kategori rosok sehingga jarang terserap oleh industri daur ulang.

Melalui metode tersebut, plastik sachet seperti bungkus kopi, makanan ringan, dan kemasan berlapis foil diolah kembali menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Produk kerajinan itu meliputi boneka, aksesori, hingga logo perusahaan yang banyak diminati konsumen.

One Recycle Plastic juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat serta bank sampah di Kota Semarang untuk memastikan rantai pasokan bahan baku berjalan optimal. Setiap sampah yang diterima akan dipilih, dibersihkan, kemudian dilipat menjadi modul-modul origami sebelum dirakit menjadi produk akhir.

Menurut Rani, keberhasilan metode ini turut didukung oleh tingginya minat konsumen, termasuk dari luar daerah. “Tahun lalu kami menerima pesanan hingga ke Bali untuk kebutuhan ajang G20, termasuk pembuatan logo dan bendera negara,” ujarnya, Jumat(21/11/2025).

Ia menambahkan, proses pengerjaan kerajinan dapat dilakukan secara mandiri di rumah oleh siapa saja sehingga berpotensi memberdayakan masyarakat. “Kalau plastiknya bisa dipotong dan dibersihkan dulu, kemudian dilipat, hasilnya bisa menjadi produk baru ketimbang dibuang begitu saja,” tuturnya.

Produk kerajinan multilayer tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, dengan ukuran mini berkisar Rp60 ribu per unit dan ukuran besar mencapai Rp750 ribu. Untuk pesanan skala besar seperti proyek G20, proses pembuatan dapat memakan waktu hingga enam bulan dan melibatkan lima perajin.

Rani mengungkapkan pasar kerajinan ini telah merambah hingga mancanegara, termasuk pengiriman ke Jerman pada tahun 2023. Ia menegaskan, edukasi pengurangan sampah harus terus diterapkan dan diikuti masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan.(im)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....