Tahun Ajaran Baru, BI Tegal Bawa Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah ke Ruang Kelas
- 21 Jul 2026 14:41 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kurikulum Kebanksentralan
- BI Tegal Terapkan Kurikulum Cinta, Bangga, Paham Rupiah di Sekolah Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
RRI.CO.ID, Pekalongan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mulai mengintegrasikan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ke dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi ekonomi dan keuangan sejak dini bagi para pelajar di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengatakan implementasi program dilakukan setelah Bank Indonesia membekali ratusan guru SD dan SMP melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) CBP Rupiah. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama BI Tegal dengan pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota untuk meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekolah.
"Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Bank Indonesia Tegal dan pemerintah daerah di tujuh kabupaten/kota se-Karesidenan Pekalongan terkait peningkatan literasi Rupiah. Melalui kerja sama tersebut, sekolah-sekolah akan mulai mengimplementasikan integrasi materi Peduli Inflasi, Pelindungan Konsumen, dan CBP Rupiah pada Tahun Pelajaran 2026/2027," kata Bimala saat Media Gathering di Hotel Grand Mercure, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.
Program tersebut akan diterapkan di Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes. Materi yang diajarkan meliputi edukasi peduli inflasi, pelindungan konsumen, serta pemahaman mengenai pentingnya mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Menurut Bimala, integrasi materi tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman ekonomi dan keuangan sejak usia dini. Melalui pembelajaran di sekolah, para siswa diharapkan mampu memahami konsep inflasi, mengenali pentingnya pelindungan konsumen, serta memiliki sikap bijak dalam mengelola keuangan.
Ia menilai sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan menjadi kunci dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. "Melalui sinergi ini, kami berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga bijak dalam mengambil keputusan ekonomi, peduli terhadap keamanan transaksi, serta memiliki pemahaman yang kuat dan rasa bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," ujarnya.
Selain meningkatkan literasi keuangan, program tersebut juga diharapkan membentuk kebiasaan positif di kalangan pelajar. Mulai dari berbelanja secara bijak, menjaga keamanan transaksi digital, melindungi data pribadi, hingga merawat Rupiah sebagai bagian dari identitas dan kedaulatan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....