Program SPES Jateng Dorong Ekonomi Syariah Menjadi Budaya di Sekolah

  • 29 Jun 2026 13:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Program Sekolah Pelopor Ekonomi dan Keuangan Syariah (SPES) Jawa Tengah diharapkan mampu memperkuat karakter sekaligus meningkatkan literasi ekonomi syariah di kalangan pelajar. Melalui program tersebut, sekolah didorong menjadi ruang pembentukan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Harapan itu disampaikan Direktur Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Tengah sekaligus Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Jawa Tengah, Dr. H. Agung Budi Margono. Ia menjadi narasumber kegiatan SPES Jawa Tengah yang diikuti ratusan guru SMA/SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Ballroom Hotel MG Setos, Semarang, Kamis, 26 Juni 2026.

Menurut Agung, ekonomi syariah selama ini masih sering dipahami sebatas perbankan syariah atau urusan ibadah. Padahal, konsep tersebut mengajarkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, amanah, tanggung jawab, dan kebermanfaatan yang relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ekonomi syariah bukan sesuatu yang menakutkan, nilai-nilainya sangat dekat dengan Pancasila. Saat kita mengajarkan kejujuran, amanah, gotong royong, tanggung jawab, dan keadilan dalam aktivitas ekonomi, sesungguhnya kita sedang mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi syariah sekaligus mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya melalui keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter ekonomi generasi muda. Oleh karena itu, guru diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai ekonomi syariah melalui pembelajaran maupun praktik di lingkungan sekolah.

"Sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi tempat membangun karakter ekonomi bangsa. Anak-anak perlu belajar bukan hanya bagaimana mencari uang, tetapi bagaimana memperoleh rezeki yang halal, mengelola harta secara bertanggung jawab, dan menjadikan ekonomi sebagai jalan menghadirkan manfaat bagi sesama," katanya.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Agung mengusulkan sejumlah langkah. Di antaranya penguatan literasi ekonomi syariah secara berkelanjutan, pengembangan koperasi sekolah berbasis syariah, pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), penguatan kantin halal, pemanfaatan layanan keuangan syariah, hingga proyek kewirausahaan yang melibatkan siswa secara langsung.

Menutup paparannya, Agung berharap SPES terus dikembangkan melalui pendampingan dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dunia usaha, serta masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut akan melahirkan generasi yang berintegritas, produktif, dan berdaya saing sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi syariah di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....