OJK Catat 21 Juta Pengguna Kripto, INDODAX 46,5 Persen
- 10 Mei 2026 11:46 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta per Maret 2026, tumbuh 1,43% secara bulanan. Nilai transaksi spot kripto tercatat sebesar Rp22,24 triliun, sementara transaksi derivatif melonjak 14,26% menjadi Rp5,80 triliun.
Di tengah pertumbuhan tersebut, INDODAX turut mencatatkan kontribusi dengan total 9,9 juta pengguna dan volume transaksi mencapai Rp8,45 triliun. Sekitar 38% dari total transaksi kripto nasional pada periode yang sama.
CEO INDODAX, William Sutanto menilai, pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat. Khususnya terhadap ekosistem aset kripto yang teregulasi di Indonesia.
“Kami melihat data OJK ini sebagai sinyal positif terhadap perkembangan industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto yang teregulasi terus meningkat,” ujar William, Minggu 10 Mei 2026.
Di sisi lain, dengan semakin banyaknya kepercayaan masyarakat juga menjadi tanggung jawab INDODAX sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia. Untuk terus memperkuat keamanan platform, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas edukasi bagi pengguna.
Total kapitalisasi pasar aset keuangan digital dan kripto nasional tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,97% menjadi Rp23,36 triliun dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini dinilai masih wajar di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga global, data inflasi AS, serta ketegangan geopolitik internasional.
Meski pasar kripto global masih bergerak fluktuatif, aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia dinilai tetap menunjukkan tren yang cukup sehat. Hal ini tercermin dari nilai transaksi spot kripto yang mencapai Rp22,24 triliun serta pertumbuhan transaksi aset keuangan digital sebesar 14,26% menjadi Rp5,80 triliun.
Stabilnya partisipasi investor ritel dan institusional juga menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital. Termasuk kripto, tetap terjaga di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.
William menambahkan, bahwa investor kripto Indonesia mulai semakin matang dalam menyikapi volatilitas dan dinamika yang terjadi di pasar kripto. “Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset kripto, terutama di tengah dinamika global seperti kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas pasar, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah,“ jelasnya. (Rel)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....