OJK Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Ponpes

  • 20 Okt 2025 15:54 WIB
  •  Semarang

KBRN, Magelang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda, salah satunya di lingkungan pondok pesantren. Hal itu diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, Senin(20/10/2025).

Hari itu, ia membuka Program Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH) dan Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah di SMK Syubbanul Wathon Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Ia berharap, kegiatan ini bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi syariah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah ini untuk memberikan edukasi kepada para santri. Santri merupakan salah satu generasi penerus bangsa kita,” katanya.

Friderica mengatakan, para santri didorong memiliki tingkat literasi keuangan yang baik agar dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses keuangan (inklusi) pada lembaga jasa keuangan formal. Kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi, literasi,dan inklusi kepada masyarakat dengan keuangan syariah.

Menurutnya, kalangan santri merupakan salah satu segmen prioritas OJK menjadi mitra dalam pengembangan ekonomi syariah. Selain santri, segmen prioritas lainnya yakni pelajar, mahasiswa, kaum perempuan dan kalangan difabel.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut Santri Cakap Keuangan Sakinah dengan program Santri Cakap Keuangan Syariah dan juga Forum Ekonomi dan Temu Bisnis.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Bidang Ekononi, Fahmi Akbar Idries menambahkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional 2025. Selain itu, juga bagian dari program Pengurus Besar NU bidang khidmat ekonomi.

“Kegiatan bersama dengan OJK ini, yakni literasi, inkubasi dan akselerasi. Ini bagian dari kegiatan Hari Santri 2025, salah satu acaranya melakukan edukasi, literasi para santri,” kata Fahmi.

Pada kegiatan tersebut juga dilaksanaan bisnis matching antara Pengurus PBNU dengan para pelaku jasa keuangan. Pengembangan bisnis tidak hanya terkait dengan Lembaga Nahdlatul Ulama, tetapi juga untuk warga Nahdliyin. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....