Tak Perlu Tunggu Kaya, Gen Z Diajak Mulai Siapkan Masa Depan Finansial

  • 27 Agt 2026 18:24 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Tidak sekadar mencari penghasilan, tetapi juga memahami cara mengatur uang, membangun aset, mengelola risiko, dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

Tantangan tersebut semakin relevan bagi Generasi Z yang tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi. Kelompok usia muda kini semakin aktif mencari berbagai sumber pendapatan, mulai dari pekerjaan utama, bisnis daring, affiliate marketing, hingga live streaming.

Meski memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, kondisi tersebut tidak selalu berarti generasi muda telah memiliki kesiapan finansial yang matang. Penghasilan yang belum tetap dan berasal dari berbagai sumber membuat perencanaan keuangan menjadi tantangan tersendiri.

Semangat tersebut diangkat dalam kegiatan Smart Financial Day yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam rangkaian Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Mengusung tema “Preparing Long-term Assets Now!”, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 300 anak muda dan mahasiswa.

Mereka diajak memahami bahwa membangun fondasi finansial tidak harus menunggu hingga lulus kuliah atau memiliki pekerjaan dengan penghasilan tetap. Sebaliknya, kebiasaan mengatur keuangan dapat dimulai sejak masa kuliah melalui pengelolaan pengeluaran, membangun prioritas, menabung, hingga mempersiapkan perlindungan terhadap berbagai risiko.

Salah seorang mahasiswa baru Universitas Airlangga, Amaira, mengatakan materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dekat dengan kondisi yang dihadapi mahasiswa sehari-hari.

“Pengetahuan hari ini soal perencanaan keuangan dan asuransi bermanfaat banget. Sebagai mahasiswa yang jauh dari keluarga, tidak ada yang mengontrol keuangan kita sehari-hari. Jadi perlu ada kesadaran dari diri sendiri,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima RRI, Kamis 27 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan AAJI terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peserta tidak hanya diperkenalkan pada berbagai produk keuangan, tetapi juga diajak memahami pentingnya mengelola keuangan, membangun aset, serta menyiapkan perlindungan finansial sejak dini.

Dalam salah satu sesi, Rizki Ramdhani dari Prudential Indonesia menekankan pentingnya kecerdasan finansial di era digital, khususnya bagi Generasi Z. Menurutnya, semakin luasnya akses terhadap informasi dan layanan keuangan harus diimbangi dengan kemampuan memahami manfaat, risiko, serta kesesuaian setiap produk dengan kebutuhan dan tujuan hidup.

"Bagi mahasiswa, literasi finansial bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, kemampuan tersebut diperlukan untuk menentukan prioritas, mengelola risiko, dan mempersiapkan kebutuhan jangka panjang," ucapnya.

Salah satu materi yang dibahas adalah asuransi sebagai bagian dari pengelolaan risiko dan perlindungan finansial. Mahasiswa diperkenalkan pada manfaat asuransi kesehatan, jiwa, dan umum, termasuk perbedaan antara produk asuransi tradisional dan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi atau PAYDI.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa menanyakan jenis perlindungan yang relevan bagi mereka, terutama bagi yang memiliki penghasilan tambahan dengan jumlah yang belum tetap.

Menanggapi hal tersebut, Rizki menjelaskan mahasiswa yang telah memiliki penghasilan tambahan dapat mulai mempertimbangkan perlindungan kesehatan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Seiring bertambahnya tanggung jawab, perlindungan jiwa dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan.

"Untuk mendukung proses belajar secara berkelanjutan, Prudential Indonesia juga memperkenalkan Levela, platform edukasi keuangan digital bagi mahasiswa dan generasi muda. Platform tersebut menyediakan materi praktis dan interaktif mengenai berbagai persoalan finansial, mulai dari mengatur anggaran, menabung, utang, asuransi, perencanaan keuangan, hingga pencegahan penipuan digital," ujar Rizki.

Melalui kegiatan seperti Smart Financial Day, generasi muda didorong untuk tidak hanya memahami teori keuangan, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. "Dengan fondasi yang kuat sejak usia muda, Generasi Z diharapkan lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi dan membangun masa depan dengan lebih percaya diri," kata Rizki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....