Penyaluran KUR Bank Jateng Kudus Capai Rp77 Miliar

  • 23 Jul 2025 19:54 WIB
  •  Semarang

KBRN, Kudus: Bank Jateng Cabang Kudus, sejak Januari hingga 22 Juli 2025 mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp77,449 miliar. Pemimpin Cabang Bank Jateng Kudus Risdiyanto mengatakan, penyaluran KUR tersebut, telah melampaui target tahunan yang dipatok sekitar Rp70 miliar.

Penyaluran KUR tersebut melalui tiga unit kerja, yakni Bank Jateng Cabang Kudus di Jalan Sudirman, Unit Jati, dan Unit Prambatan.Dari ribuan nasabah KUR yang dilayani, mayoritas merupakan pelaku UMKM di sektor usaha mikro seperti warung, konveksi, dan perdagangan kelontong.

Plafon pinjaman paling laris berada di kisaran Rp100-300 juta. Batas maksimal plafon KUR mikro hingga Rp500 juta per nasabah berdasarkan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Sementara, nasabah yang mengajukan pinjaman di atas Rp500 juta masuk ke Kredit Umum Produktif (KUP). Risdiyanto menjelaskan, program KUR tetap mendapat subsidi bunga dari pemerintah, namun berlaku sistem bertingkat.

Untuk pengajuan pertama, nasabah mendapat bunga 6 persen per tahun. Pengajuan kedua, bunga naik menjadi 7 persen, dan ketiga menjadi 8 persen per tahun.

"Awalnya pemerintah menyubsidi hingga 7 persen dari total bunga yang normalnya 13 persen. Untuk top-up, subsidi dikurangi secara bertahap," katanya, Rabu(23/7/2025).

Meskipun tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah hanya sekitar 0,2 persen, Risdiyanto mengungkapkan ada sejumlah hambatan dalam proses pencairan KUR. Salah satunya berasal dari catatan negatif dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, yang umumnya berasal dari penggunaan layanan paylater.

"Banyak UMKM yang kesulitan mengajukan KUR karena terlilit transaksi kecil lewat platform paylater. Misalnya, hanya karena belanja Rp200 ribu tapi telat bayar, itu sudah mempengaruhi SLIK mereka," ujarnya.

Ia mencatat, ada sekitar 10 persen nasabah yang terkendala karena permasalahan tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, pihaknya pun secara aktif memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM terkait pentingnya menjaga histori kredit.

Salah satunya, dengan menyelesaikan tagihan kecil di platform digital. Edukasi tersebut terbukti membantu banyak calon nasabah untuk bisa kembali mengakses pembiayaan. (Roy Kusuma)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....