Bitcoin Kini Jadi Aset Global, Bernilai US$3,67 Triliun
- 17 Jul 2025 16:04 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Bitcoin kembali mencetak sejarah dengan menembus US$123.000 untuk pertama kalinya pada 14 Juli 2025. Lonjakan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$3,67 triliun, yang menjadikannya sebagai salah satu aset paling bernilai di dunia, menggeser Google.
Kenaikan Bitcoin ini dipicu oleh kombinasi arus masuk besar ke ETF Bitcoin dan peningkatan minat institusi. Selain itu kenaikan Bitcoin karena ekspektasi regulasi yang lebih jelas di Amerika Serikat.
Menurut Farside Investors, ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk US$1,17 miliar dalam satu hari, dan menjadikannya arus masuk harian terbesar kedua sepanjang sejarah ETF kripto. BlackRock memimpin dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) senilai US$448 juta, disusul Wise Origin Bitcoin Fund sebesar US$324 juta dan total dana kini melampaui US$50 miliar.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma mengatakan, saat ini, ETF Bitcoin dapat membeli Bitcoin dalam jumlah sangat besar, sedangkan Bitcoin yang ditambang jumlahnya sedikit. Penambang hanya bisa menghasilkan puluhan juta dolar per hari.
“Akan tetapi ETF bisa beli lebih dari US$1 miliar dalam satu hari. Jika permintaan jauh lebih besar daripada pasokan, wajar kalau harga terus naik dan mencetak rekor baru,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis(17/7/2025).
Antony menjelaskan, pasar kripto bukan hanya arena investor ritel dan bukan lagi soal investor kecil yang ikut tren. Pemain besar seperti BlackRock dan Fidelity masuk dengan dana triliunan rupiah jika dikonversi.
“Dengan adanya ETF, mereka tidak perlu lagi repot menyimpan Bitcoin atau Ether sendiri. Cukup beli ETF seperti beli saham, dan ini membuat kripto jadi bagian dari pasar keuangan utama, bukan lagi dianggap eksperimen,” ungkapnya.
Antony menegaskan, tren ini juga didukung oleh regulasi yang semakin jelas di negara besar. Jika dulu kripto sering dianggap liar, saat ini dibuat aturan supaya aman.
“Ini memberi sinyal bahwa kripto bukan sesuatu yang akan hilang, tapi semakin diakui. Dalam jangka panjang, ini bisa membuat harga Bitcoin dan Ether bertahan di level tinggi atau bahkan naik lebih jauh,” ungkapnya.(Dars/Rel)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....