Daya Beli Kurang, Komoditas Kopi di Kendal Harganya Turun

  • 05 Okt 2026 17:10 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Harga kopi di wilayah Kendal pada musim panen tahun ini, turun dibandingkan tahun lalu. Jenis kopi di wilayah Kendal paling banyak kopi robusta, kemudian Arabika dan sedikit kopi Liberika.

Petani kopi di Desa Mlatiharjo Kecamatan Patean Kendal, Eko Siswanto mengatakan, saat ini harga kopi robusta hanya Rp60.000 per kilogram. Padahal harga kopi robusta tahun lalu mencapai Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kilogram.

"Panen tahun ini, harga robusta hanya Rp 60.000 per kilogram, padahal tahun lalu bisa mencapai 70.000 per kilogram," katanya. Pada masa panen tahun ini, seharusnya harga kopi mengalami kenaikan.

Pasalnya pada masa panen tahun ini, jumlah produksi kopi lebih sedikit daripada tahun lalu. "Penyebab turunnya harga kopi, karena daya beli yang kurang, sehingga kurang laku," ujarnya.

Eko mengatakan, kualitas kopi pada masa panen tahun ini juga bagus, karena hasil panennya bersamaan dengan musim kemarau, sehingga pengeringannya sempurna. "Kualitas kopinya bagus, karena tidak ada halangan dalam penjemuran," katanya.

Anita, pecinta kopi mengatakan, kopi Kendal sangat bagus, terutama jenis kopi liberika. Tiap hari ia rutin minum kopi tanpa gula rata-rata dua gelas per hari.

"Karena sudah hobi minum kopi, jadi tidak memperhatikan naik-turunnya harga kopi," ujarnya. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah sentra kopi di Jawa Tengah, namun sebagian besar kopi Kendal dibeli para pedagang kopi dari Temanggung. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....