Mal di Semarang Tetap Eksis di Tengah Isu Tekanan Ekonomi

  • 09 Jul 2026 15:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas di mal atau pusat pembelanjaan modern di Kota Semarang. Bahkan tercatat tingkat kunjungan maupun penjualan tenant masih stabil sepanjang semester pertama 2026, meski di tengah munculnya fenomena Rojali(rombongan jarang beli) dan Rohana(rombongan hanya nanya) yang ramai diperbincangkan di pusat-pusat perbelanjaan.

Hal ini disampaikan Promotion, Event and Marketing DP Mall Semarang, Alifa Bunga Kurniawan. Ia mengatakan, secara umum, kondisi ekonomi memang menjadi perhatian pelaku usaha ritel meskipun berdasarkan data internal, aktivitas pengunjung di DP Mall masih menunjukkan tren yang positif.

"Kalau melihat kondisi ekonomi memang ada dampaknya, tetapi kalau kita lihat dari traffic, jumlah pengunjung masih stabil. Rata-rata kunjungan pada hari kerja sekitar 33 ribu orang, sedangkan akhir pekan mencapai sekitar 44 ribu orang, begitu juga dengan penjualan tenant, sejauh ini masih relatif sama dan belum ada penurunan yang signifikan," ujarnya saat ditemui, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurut Alifa, fenomena Rojali dan Rohana yang belakangan menjadi perbincangan nasional belum terlihat secara nyata di DP Mall. Sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan yang cukup jelas, baik untuk berbelanja, menikmati kuliner, maupun mencari kebutuhan tertentu.

"Segmentasi pengunjung DP Mall sudah terbentuk. Banyak yang datang memang khusus mencari makanan, fashion, atau kebutuhan lainnya, bahkan ada yang awalnya hanya berjalan-jalan, tetapi akhirnya tetap berbelanja atau makan di area food court," jelasnya.

Jajaran manajemen DP Mall dan Room Inc Semarang.

Untuk menjaga daya tarik sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat, DP Mall terus menghadirkan berbagai inovasi sepanjang 2026. Salah satunya dengan menghadirkan sejumlah tenant baru dari kategori lifestyle, fashion, hingga food and beverage (F&B).

Dalam waktu dekat, sejumlah merek nasional dijadwalkan mulai beroperasi, di antaranya Tobis, Adilau, brand fashion Boss, serta restoran Rembulan yang disebut menjadi salah satu tenant yang paling dinantikan masyarakat Semarang.

"Antusiasme masyarakat sangat tinggi, begitu hoarding tenant baru dipasang, respons di media sosial langsung ramai. Harapannya, kehadiran brand-brand baru ini bisa meningkatkan buying power masyarakat yang datang ke DP Mall," kata Alifa.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengunjung turut diantisipasi melalui pembangunan gedung parkir khusus sepeda motor. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026.

Gedung parkir itu akan dibangun di lahan milik DP Mall yang berada di sekitar kawasan Jalan Simpang, tepat di sisi kompleks pusat perbelanjaan. Bangunan setinggi delapan lantai tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 900 kendaraan roda dua.

Pembangunan fasilitas baru ini dilakukan karena kapasitas parkir motor yang ada saat ini dinilai mulai terbatas. Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya kendaraan roda dua yang memanfaatkan area parkir di sepanjang Jalan Simpang ketika kunjungan ke DP Mall meningkat, terutama pada akhir pekan maupun musim libur.

"Kami ingin memberikan kenyamanan lebih kepada pelanggan. Dengan adanya gedung parkir baru ini, pengunjung tidak perlu lagi kesulitan mencari tempat parkir, sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar Jalan Simpang," tutur Alifa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....