Indosat Perluas Akses Teknologi AI Lewat Pusat Riset di UGM
- 18 Agt 2026 12:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat pengembangan talenta dan riset kecerdasan buatan (AI) di Indonesia melalui peluncuran UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta. Pusat teknologi hasil kolaborasi Indosat, Universitas Gadjah Mada (UGM), NVIDIA, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tersebut ditujukan untuk memperluas akses teknologi dan keahlian AI bagi ekosistem digital Indonesia.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pengembangan ekosistem AI perlu diikuti dengan pemerataan akses terhadap teknologi dan keahlian. Oleh karena itu, NVAITC diharapkan dapat membuka peluang lebih luas bagi peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator untuk mengembangkan solusi berbasis AI.
“Di Indosat, kami percaya bahwa tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI. Melalui UGM Indosat NVAITC, kami menghadirkan teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia, sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di seluruh pelosok negeri,” kata Vikram melalui keterangan tertulis, Senin, 17 Agustus 2026.
Menurut Vikram, kolaborasi tersebut juga diharapkan mempercepat pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong lahirnya solusi AI yang dapat diterapkan di berbagai sektor. Penguatan ekosistem tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan teknologi AI dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Ia menambahkan, kesiapan teknologi dan talenta lokal menjadi faktor penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI. Pengembangan kapasitas di dalam negeri juga diperlukan agar Indonesia mampu menghasilkan inovasi AI sendiri.
UGM Indosat NVAITC merupakan pusat teknologi AI berbasis universitas pertama di Indonesia yang berfokus pada penelitian, inovasi, dan pengembangan talenta digital. Pusat teknologi tersebut menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE).
Dari sisi infrastruktur, NVAITC akan ditopang platform AI full-stack NVIDIA serta GPU Merdeka, platform sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat. Infrastruktur tersebut memberikan akses kepada peneliti dan mahasiswa UGM terhadap berbagai kemampuan komputasi dan pengembangan AI.
Fasilitas yang tersedia mencakup accelerated computing kelas enterprise, perangkat lunak AI, pretrained models, development frameworks, bimbingan teknis, pelatihan, hingga peluang kolaborasi dengan industri. Selain memperkuat kapasitas di dalam negeri, pusat teknologi tersebut juga dirancang untuk menghubungkan peneliti Indonesia dengan jaringan ahli AI global, sehingga kolaborasi yang dibangun juga berorientasi pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengatakan kehadiran UGM Indosat NVAITC merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas Indonesia dalam mengembangkan teknologi AI. “Indonesia AI Center of Excellence mencerminkan visi jangka panjang untuk menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang tak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menyumbangkan inovasi AI ke dunia,” kata Meutya.
Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan kebutuhan nasional. Menurut Marc, penerapan AI dapat memberikan dampak di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pertanian hingga penanggulangan bencana.
Melalui NVAITC, NVIDIA akan mendukung talenta Indonesia dengan model terbuka dan keahlian AI untuk mendorong lahirnya inovasi yang dapat memberikan dampak di tingkat lokal maupun global. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan AI, sekaligus menciptakan ekosistem yang memungkinkan talenta lokal berperan lebih besar dalam menghasilkan teknologi dan solusi AI untuk kebutuhan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....