Sekolah Bisnis Kendal #2 Ambil Tema Literasi Keuangan
- 15 Sep 2026 17:16 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Sekolah Bisnis Kendal (SBK) Batch #2 tahun 2026 diikuti 80 wirausaha muda di Kabupaten Kendal. Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal digelar di Agrowisata Tirtoarum Baru Kendal selama dua hari, Selasa-Rabu, 15-16 September 2026.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Utama PT BPR BKK Kendal Akhmad Mundolin, Founder Bio Hadikesuma Management Training and Consulting (BHMTC) Bio Hadikesuma. Narasumber lainnya, Owner d'Qiya Brownis Siti Munawaroh dan Rumah Zakat Kendal Arif Fajar Hidayat.
Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kendal, Retno Kurniawati mengatakan, Sekolah Bisnis Kendal ini sebagai wadah pembinaan dan pelatihan serta pendampingan yang terstruktur bagi generasi muda dan wirausaha muda di Kabupaten Kendal. Selain itu juga sebagai upaya membekali generasi dengan kompetensi bisnis yang komperhensif, adaptif terhadap teknologi digital serta berorientasi pada kemandirian finansial dan pertumbuhan jangka panjang.
"Harapannya, peserta dapat mengikuti setiap tahapan proses pendampingan kewirausahaan, sehingga nantinya mereka benar-benar siap ketika terjun dalam dunia kewirausahaan,” harapnya. Retno mengatakan, dalam proses pelatihan dan pendampingan, Disporapar melaksanakannya secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Tidak hanya memberikan pengetahuan bisnis, peserta juga diarahkan pada pendampingan akses permodalan maupun bantuan kewirausahaan. "Selain pelatihan, ada juga pendampingan ke arah permodalan ataupun bantuan wirausaha, dan selama ini kita juga bekerja sama dengan Rumah Zakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disporapar Kendal Mardi Edi Susilo mengatakan, pengembangan kewirausahaan pemuda menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pemuda. Disporapar Kendal pun terus mendorong pengembangan kewirausahaan pemuda melalui program Sekolah Bisnis Kendal. "SBK ini sebagai bagian dari upaya membangun kapasitas dan daya saing pemuda Kabupaten Kendal,” jelas Mardi.
Menurutnya, pada SBK Batch #2 tahun 2026 ini memilih tema literasi keuangan. Pasalnya, literasi keuangan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah usaha. "Literasi keuangan ini sangat penting, karena banyak yang merasa tidak berdaya kalau merintis bisnis, tetapi tidak punya modal, sehingga perlu diberi pelatihan dan pemahaman kepada peserta," ungkapnya.
Dalam pelaksanaan SBK #2, peserta dibagi menjadi dua kelas, yakni Kelas A dan Kelas B. Kelas A diperuntukkan bagi wirausaha muda yang sedang merintis usaha. Materi yang diberikan meliputi pengembangan ide bisnis, pemasaran, digital marketing, penyusunan action plan hingga pembuatan rencana bisnis.
Kelas B diperuntukkan bagi wirausaha muda yang sebelumnya telah mengikuti Sekolah Bisnis. Mereka akan mendapatkan pembelajaran lebih mendalam mengenai manajemen keuangan, arus kas, realisasi HPP (Harga Pokok Produksi dan Harga Pokok Penjualan), rencana anggaran dan permodalan, serta evaluasi pertumbuhan usaha masing-masing. (FR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....