Di Tengah Ketidakpastian Global, Investasi Jateng Tembus Rp23 Triliun
- 01 Jul 2026 17:17 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Di tengah tekanan ekonomi dunia dan dinamika geopolitik global, Jawa Tengah tetap menunjukkan daya tarik kuat bagi investor. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp23,02 triliun atau 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa iklim usaha di Jawa Tengah tetap kompetitif dan mampu menjaga kepercayaan pelaku investasi. Dari total investasi yang masuk, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp12,98 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp10,04 triliun.
Investasi yang terealisasi berasal dari 24.957 proyek dan berhasil menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Jawa Tengah masih menjadi kawasan yang menarik untuk mengembangkan investasi. Terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal,” kata Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat acara Business Dinner bersama pelaku usaha dan stakeholders perekonomian se-Jawa Tengah di Hotel Padma Semarang, Selasa, 30 Juni 2026 malam.
Menurutnya, Pemprov Jawa Tengah terus meningkatkan daya saing investasi melalui penyederhanaan perizinan, jaminan keamanan, serta penyediaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri. Dukungan sumber daya manusia dilakukan melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, dan perguruan tinggi.
Kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah juga terlihat dari capaian sepanjang 2025 yang mencapai Rp110,64 triliun. Nilai investasi tersebut mampu menyerap 418.138 tenaga kerja dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan dapat memperluas sebaran investasi sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pemerintah juga memperkuat infrastruktur logistik melalui pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan dry port di kawasan industri Batang serta Kendal. Penguatan konektivitas tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan mendukung kebutuhan industri yang terus berkembang.
Selain itu, Ahmad Luthfi mendorong investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah. Pemanfaatan bank daerah dinilai dapat memperkuat perputaran ekonomi sehingga manfaat investasi semakin dirasakan oleh masyarakat Jawa Tengah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....