Pengamat Ungkap Kunci Mal Bertahan di Tengah Maraknya Belanja Online
- 15 Jul 2026 18:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tren belanja online atau daring menjadi tantangan tersendiri bagi keberadaan pusat perbelanjaan atau mal di Kota Semarang. Meski demikian, mal dinilai masih memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.
Pengamat Ekonomi, Vitradesie Noekent, mengatakan eksistensi mal di Kota Semarang dalam beberapa tahun terakhir masih menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, sejumlah pusat perbelanjaan mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen melalui penyediaan beragam fasilitas dan pengalaman berbelanja yang tidak dapat diperoleh secara daring.
"Mal saat ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga berfungsi sebagai pusat hiburan, kuliner, rekreasi keluarga, hingga lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan masyarakat," katanya kepada RRI Semarang, Rabu 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan tenant kuliner, bioskop, pusat kebugaran, area bermain anak, hingga penyelenggaraan berbagai event menjadi faktor yang membuat mal tetap diminati masyarakat di tengah pesatnya pertumbuhan e-commerce.
Selain memberikan pilihan bagi konsumen, keberadaan mal juga dinilai memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Aktivitas usaha di dalam pusat perbelanjaan mampu menciptakan lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja, mulai dari sektor ritel, jasa, keamanan, kebersihan, hingga pelaku usaha mikro yang bermitra dengan pengelola mal.
Meski demikian, Vitradesie menilai pengelola mal tetap menghadapi sejumlah tantangan. Selain persaingan dengan platform belanja daring, perubahan pola konsumsi masyarakat, meningkatnya biaya operasional, serta kebutuhan inovasi menjadi faktor yang harus diantisipasi agar pusat perbelanjaan tetap kompetitif.
Ke depan, ia memandang pengelola mal perlu terus bertransformasi dengan menghadirkan konsep yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Digitalisasi layanan, kolaborasi dengan pelaku UMKM, penyelenggaraan kegiatan komunitas, serta penguatan konsep hiburan dan gaya hidup dinilai menjadi strategi penting untuk menjaga daya tarik mal.
"Mal yang mampu memberikan pengalaman, kenyamanan, dan nilai tambah bagi pengunjung akan memiliki peluang lebih besar untuk tetap relevan dan berkelanjutan di tengah perubahan perilaku konsumen," katanya. Dengan strategi yang tepat, pusat perbelanjaan di Kota Semarang diyakini masih memiliki prospek yang baik sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus ruang publik yang mendukung aktivitas sosial masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....