Bisnis di Semarang Bertumbuh, Media Promosi Digital Luar Ruang Kian Prospektif
- 02 Jun 2026 13:27 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Pertumbuhan bisnis di Kota Semarang turut mendorong meningkatnya kebutuhan media promosi berbasis digital. Seiring berkembangnya sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif, media luar ruang digital kini semakin diminati sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk menjangkau masyarakat.
Perubahan pola komunikasi masyarakat dan pesatnya transformasi digital membuat pelaku usaha membutuhkan media promosi yang tidak hanya memiliki jangkauan luas, tetapi juga mampu menghadirkan pesan yang menarik dan mudah diingat. Kondisi tersebut mendorong pertumbuhan industri Digital Out of Home (DOOH) di berbagai kota besar, termasuk Semarang.
Direktur Wicaksana Indonesia Media & Investment, Putranti Laksitareni, mengatakan perusahaan saat ini semakin selektif dalam memilih media promosi. Selain jangkauan, faktor lokasi strategis dan tingkat visibilitas menjadi pertimbangan utama dalam membangun komunikasi dengan konsumen.
"Perusahaan saat ini tidak hanya mencari media dengan jangkauan luas, tetapi juga media yang berada di titik-titik strategis dengan tingkat visibilitas tinggi. Karena itu, media luar ruang digital menjadi bagian penting dalam strategi komunikasi brand saat ini," ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, perkembangan kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, perhotelan, hingga meningkatnya mobilitas masyarakat membuat Semarang memiliki prospek yang besar bagi industri media digital luar ruang. Salah satu titik yang dinilai potensial berada di kawasan Taman Siranda, Jalan Diponegoro.
Lokasi tersebut berada di koridor utama yang menghubungkan pusat Kota Semarang dengan kawasan Semarang atas. Tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai eksposur yang tinggi bagi berbagai kebutuhan promosi dan komunikasi publik.
"Lokasi Taman Siranda memiliki kekuatan exposure yang luar biasa karena berada di koridor utama Kota Semarang. Ini menjadi salah satu titik terbaik untuk membangun awareness sebuah brand maupun menyampaikan pesan kepada masyarakat," kata Putranti.
Ia menjelaskan, posisi media digital yang berada di area persimpangan lampu lalu lintas memberikan peluang interaksi visual lebih besar. Saat kendaraan berhenti dalam durasi tertentu, perhatian pengendara maupun penumpang cenderung lebih fokus terhadap konten yang ditampilkan.
Selain faktor lokasi, penataan kawasan Taman Siranda yang dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Semarang dan sektor swasta juga dinilai meningkatkan daya tarik kawasan tersebut sebagai ruang publik yang modern dan representatif.
"Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menunjukkan bahwa ruang kota bisa berkembang menjadi lebih menarik, tertata, dan produktif. Kehadiran media digital di kawasan yang sudah diperindah tentu memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar," katanya.
Putranti optimistis industri media digital luar ruang akan terus berkembang seiring meningkatnya investasi dan aktivitas ekonomi di Kota Semarang. Menurutnya, pertumbuhan bisnis yang konsisten akan menciptakan kebutuhan komunikasi yang semakin besar dan membuka peluang baru bagi perkembangan sektor ekonomi kreatif.
"Semarang memiliki prospek yang sangat baik. Pertumbuhan bisnis, pariwisata, dan investasi menciptakan kebutuhan komunikasi yang semakin besar. Media digital luar ruang akan menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif dan pertumbuhan bisnis di kota ini," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....