Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026
- 30 Mei 2026 10:42 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen secara tahunan (year on year/YoY). Capaian tersebut diraih di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global dan menjadi indikasi konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan, kinerja pada tiga bulan pertama tahun ini menjadi modal awal yang baik bagi TelkomGroup untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kontribusi kepada pelanggan, masyarakat, serta negara. “Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi eksekusi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu, 30 Mei 2026.
Selain pendapatan yang tumbuh positif, Telkom juga mencatat EBITDA sebesar Rp18 triliun dengan margin EBITDA 48,3 persen. Sementara itu, laba bersih tercatat Rp4,3 triliun dengan margin laba bersih 11,7 persen.
Adapun laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun atau setara margin 13,8 persen. Penurunan laba bersih dipengaruhi oleh dampak percepatan depresiasi aset dan proses normalisasi bisnis selama fase transformasi.
Meski demikian, kata dia, tekanan tersebut bersifat sementara dan tidak memengaruhi fundamental operasional perusahaan. Hal ini tercermin dari arus kas operasional yang meningkat 3,1 persen YoY menjadi Rp17,3 triliun.
Pada segmen seluler, pihaknya menuturkan, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen YoY. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3 persen YoY.
Selain itu, Telkomsel juga berhasil meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp45.100 atau naik 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut didukung strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, dan peningkatan pengalaman pelanggan.
“Industri telekomunikasi masih sangat prospektif karena layanan konektivitas dan internet kini telah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Kami optimistis dapat memperkuat ekosistem mobile dan fixed broadband secara berkelanjutan,” ujar Dian.
Sementara itu, segmen B2B Infrastructure mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 6,8 persen YoY menjadi Rp2,4 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dijalankan oleh. Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun atau tumbuh 1,4 persen YoY dengan EBITDA margin tetap tinggi di level 82,7 persen.
Hingga akhir kuartal pertama 2026, perusahaan juga menambah jaringan fiber optik sepanjang 1.080 kilometer sehingga total kepemilikannya mencapai 58.279 kilometer. Di sisi lain, bisnis pusat data yang dikelola oleh terus menunjukkan prospek yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan digital dan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pada segmen Wholesale and International Service, Telkom membukukan pendapatan Rp2,8 triliun dengan pertumbuhan layanan interkoneksi sebesar 18,9 persen secara kuartalan (quarter on quarter/QoQ). Sementara itu, segmen B2B ICT mencatat pendapatan sebesar Rp3,1 triliun. Sepanjang kuartal pertama 2026, Telkom merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp4,9 triliun atau setara 13,2 persen dari total pendapatan.
Di sektor infrastruktur fiber, Telkom juga menyiapkan pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap kedua kepada yang ditargetkan selesai pada kuartal ketiga 2026. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset sekaligus memperluas peluang bisnis eksternal.
Dian menegaskan, tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. “Tahun 2026 menjadi periode yang penuh peluang sekaligus tantangan bagi TelkomGroup. Kami akan terus mempercepat eksekusi strategi transformasi TLKM 30 untuk memperkuat keberlanjutan bisnis, menghadirkan layanan yang semakin inklusif, serta membangun ekosistem digital yang mampu menciptakan dampak lebih luas,” tutup Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....